telusur.co.id - Plt. Ketua Umum DPP KNPI Mustahuddin mengapresiasi gerak cepat densus 88 Polri yang berhasil mengamankan empat orang terduga teroris yang terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi dan di Condet, Jakarta Timur.
Seluruh jajaran polri bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta seluruh elemen masyarakat wajib mewaspadai serta mencegah kemungkinan teror di tiap daerah.
Apalagi dalam waktu dekat masyarakat Indonesia akan menghadapi berbagai kegiatan besar keagamaan, semua pihak tidak ingin terjadi hal seperti di gereja Makassar dan Mabes Polri. "Ini sangat menganggu kedamaian, persatuan dan kesatuan serta dapat berdampak memecah belah kerukunan umat beragaman," kata Mustahuddin.
Ia menjelaskan bahwa teroris tidak dibenarkan dalam agama apapun, karena ini adalah murni kejahatan terhadap kemanusiaan. Oleh karena itu, semua elemen wajib mendukung serta membersamai program dari Polri dan BNPT dalam mengantisipasi tindak teroris, khususnya tokoh adat, tokoh pemuda dan pemuka agama.
"Kami juga mengecam tindak teror yang melibatkan remaja di Makassar dan Mabes Polri."
Terpaparnya milenial dengan kelompok teroris merupak sinyal berbahaya untuk masa depan bangsa. Jika tidak segera diantisipasi maka akan membahayakan bangsa Indonesia yang sedang menghadapi Bonus Demografi.
Kaum pemuda wajib memahami makna dari pancasila sebagai dasar negara, landasan ideologi, falsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa serta kaum pemuda wajib saling bergandengan tangan menolak tindak teror.
KNPI selaku representasi pemuda di Indonesia siap membantu Kepolisian dan BNPT dalam penanggulangan tindak teror di Indonesia, serta mengintruksikan dan mengajak seluruh DPD KNPI Provinsi se-indonesia untuk memberikan edukasi serta pemahaman kepada seluruh pemuda khususnya pelajar dan mahasiswa untuk tidak takut serta bersama melawan teroris di indonesia. [ham]



