KPK Kehilangan Marwah Jika Ciut Hadapi Cak Imin - Telusur

KPK Kehilangan Marwah Jika Ciut Hadapi Cak Imin

Ketum PKB, Muhaimin Iskandar / Net

telusur.co.id - Banyak pihak yang kecewa dengan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini. Salah satunya, Center for Budget Analysis (CBA).

Menurut Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis, Jajang Nurjaman, KPK nampak tidak serius dalam menangani kasus-kasus besar, apalagi yang menyangkut nama besar.

"Firli Bahuri dan kawan-kawan selalu ciut tak berdaya," kata Jajang.

Contohnya, untuk menghadapi Direktur Utama PT KBN Sattar Taba soal dugaan kasus korupsi duit negara sebesar Rp 64 miliar. KPK seperti tidak punya niat untuk menyelidiki.

Selanjutnya, kata Jajang, kasus suap KPU yang menyeret PDI Perjuangan, KPK Juga seolah tidak berdaya. Bahkan sampai saat ini Harun Masiku yang bisa jadi kunci penyelidikan tidak mampu dideteksi KPK.

"Penciuman dan keberanian KPK seolah-olah hilang dihadapan partai berkuasa ini," kata dia.

Terakhir, KPK juga nampak ciut jika berhadapan dengan Ketum Parpol. Misalnya kasus yang menyeret Muhaimin Iskandar (Cak Imin), lagi-lagi Firli Bahuri dan kawan-kawan ciut seperti 'ayam sayur'.

Padahal, Musa Zainuddin melalui Justice Collaborator (JC) sudah terang-terangan mengakui terdapat aliran uang ke Muhaimin Iskandar sebesar Rp 6 miliar. Selain itu, kasus gratifikasi mantan Bupati Lampung Tengah Mustofa sebesar Rp 95 miliar.

"Mustofa mengaku sebagian duit haram ini Rp 18 miliar mengalir ke kantong petinggi PKB."

Hingga saat ini, kata dia, Firli dan kawan-kawan tidak sanggup memeriksa Cak Imin, hal ini jelas memalukan.

"KPK tidak seperti dulu lagi, yang tak pandang bulu dalam memberantas korupsi. Mau itu keluarga presiden, Ketum Parpol, siapapun yang rampok duit rakyat pasti dihajar," kata Jajang.

CBA berharap KPK balik ke karakter seperti dulu lagi, agar tidak kehilangan marwah. Untuk itu, langkah pertama dengan memanggil paksa Muhaimin Iskandar untuk diperiksa atas kasus-kasusnya. [ipk]


Tinggalkan Komentar