Kumpulkan Pejabat Subang, Agus Masykur Rosyadi Ingatkan Siaga Daruat Kekeringan - Telusur

Kumpulkan Pejabat Subang, Agus Masykur Rosyadi Ingatkan Siaga Daruat Kekeringan


telusur.co.id - Perum Jasa Tirta (PJT) II Subang menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan dan Evaluasi Tanam Padi, musim tanam ke- I tahun 2019 /2020 dan musim tanam ke- II tahun 2020 di kantor PJT II Subang. 

Acara Rakor tersebut dihadiri Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, Asda II Pemkab Subang, Kalak BPBD Subang, General Manager PJT Wil. II Subang, Kadis Pertanian Subang, Kadis Pertahanan Pangan Subang, Para Camat Wilayah Subang Utara, Kapolsek, Danramil Subang Utara dan juga pihak undangan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Subang H. Hidayat, menyampaikan bahwa rakor tersebut akan membahas fokus siaga darurat kekeringan terutama lahan pertanian termasuk juga darurat kebakaran hutan, kelangkaan air bersih dan air pertanian, membahas dan diskusi areal yang akan terdampak dari masalah kekeringan, untuk mengetahui kekuatan dan ketersediaan air dari jatiluhur apakah masih cukup dan membahas penjadwalan pengawasan pengendalian air.

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyampaikan bahwa pertemuan rakor tersebut merupakan lanjutan dari rakor sebelumnya yang membahas permasalahan kekeringan di Kabupaten Subang terutama daerah Subang Utara (Pantura).

Permaslahannya di Subang utara itu sangat komplek, disaat musim kemarau timbul masalah kekeringan dan disaat musim penghujan timbul masalah banjir dan itu sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya.

"Ya, dengan rakor inilah, semoga kita bersama-sama mencari gagasan untuk mencari jalan keluar menanggulangi dampak musibah tersebut. Kita berharap aliran air yang menjadi sumber pengairan ke lahan pertanian dan kebutuhan masyarakat lainnya dapat mengalir ke masyarakat walaupun dalam keadaan kemarau dengan memperhatikan aliran sungai dengan menperhatikan penjadwalan aliran sungai dibeberapa titik pintu air yang dialirkan ke beberapa daerah," kata Wabup Agus kepada wartawan usai Rakor di Kantor PJT II Subang, Selasa (29/09/2020).

Menurut Agus Masykur, para petani juga harus mengikuti dan menetapkan jadwal pola tanam, sehingga semua pihak dengan bersinergi dalam menghadapi kekeringan diantaranya bersinergi dengan perangkat daerah, camat, Muspika, kepala desa dan masyarakat.

Dengan air tetap ada dan tetap mengalir diharapkan lahan pertanian di Subang tetap produktif dan lahan pertanian kedepannya tetap menjadi lahan pertanian. "Kita harus mempertahankan Subang sebagai lumbung padi nasional dengan tetap menjaga ketersediaan lahan pertanian," pungkasnya. [ham]


Tinggalkan Komentar