telusur.co.id - Perseteruan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan bintang pop Taylor Swift kembali menjadi sorotan. Kali ini, lagu-lagu Swift yang sempat digunakan dalam unggahan akun media sosial Gedung Putih dan kampanye Trump mendadak dihapus dari sejumlah video.

Pada Selasa, akun resmi kampanye Team Trump mengunggah sebuah video di TikTok yang memperlihatkan Donald Trump bersama Ibu Negara Melania Trump sedang menyaksikan kembang api. Dalam video tersebut, lagu “August” milik Taylor Swift terdengar sebagai musik latar.

Unggahan itu bahkan disertai keterangan bernada menyindir.

“Aku yakin @Taylor Swift pasti akan sangat senang kami menggunakan lagunya!” demikian bunyi keterangan dalam unggahan tersebut.

Namun, lagu itu tidak bertahan lama. Video kemudian diperbarui dan musik Swift dihapus. Sebagai gantinya, muncul keterangan bahwa audio tersebut tidak tersedia karena persoalan hak cipta.

“Pemilik hak cipta belum menyediakan suara ini di negara Anda,” demikian keterangan yang muncul setelah video diperbarui.

Bukan hanya lagu “August”. Musik Swift dari album Red juga disebut sempat digunakan dalam video lain yang kemudian mengalami perubahan.

Video tersebut bahkan menggunakan keterangan bernada provokatif:

“Tahukah Anda bahwa Taylor Swift menulis seluruh album tentang warna Partai Republik?”

Hingga kini, Gedung Putih maupun tim Swift belum memberikan tanggapan resmi terkait penggunaan dan penghapusan lagu-lagu tersebut.

Perseteruan Trump dan Swift Kembali Mencuat

Kontroversi penggunaan musik Taylor Swift menjadi episode terbaru dalam hubungan yang memang sudah lama panas antara Trump dan penyanyi tersebut.

Trump sebelumnya secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap Swift. Pada 2024, ia bahkan menulis pesan singkat dan keras melalui Truth Social:

“AKU BENCI TAYLOR SWIFT!”

Swift sendiri diketahui memiliki pandangan politik yang berbeda dengan Trump dan pernah secara terbuka menyatakan dukungan politiknya terhadap kandidat dari Partai Demokrat.

Namun, belakangan Trump justru sempat menunjukkan antusiasme ketika muncul laporan mengenai suami Swift, Travis Kelce.

Ketika mendengar kabar bahwa Kelce tiba di bandara di Palm Beach bersama anjing baru milik pasangan tersebut, Trump memberikan respons yang jauh lebih ramah.

“Keren banget!!!” tulis Trump.

Perubahan nada tersebut membuat hubungan Trump dan Swift kembali menjadi bahan perhatian publik. Di satu sisi, Trump tetap dikenal sebagai salah satu pengkritik keras sang penyanyi. Di sisi lain, penggunaan lagu Swift dalam materi kampanyenya menunjukkan bahwa musik sang bintang masih memiliki daya tarik besar bahkan di tengah perseteruan politik.

Kini, penghapusan lagu-lagu tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai izin penggunaan musik dan hak cipta dalam materi politik, sekaligus menghidupkan kembali rivalitas publik antara Donald Trump dan Taylor Swift.