Langkah Nyata Warga Depok Bangun Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan - Telusur

Langkah Nyata Warga Depok Bangun Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan

Lurah Cilangkap, Ghalih Catur Prasatya (kacamata hitam) didampingi Delegasi Sahabat Semua (DSS) Kota Depok, Abdul Rojak (kedua dari kiri) saat meninjau langsung lokasi kegiatan mix farming di Rusunawa Cilangkap, Kota Depok. Sumber foto: dok.Narasumber

telusur.co.id - Lurah Cilangkap, Kecamatan Tapos, Ghalih Catur Prasatya, menaruh harapan besar terhadap pengembangan program mix farming yang dijalankan warga di Rusunawa Kota Depok.

Tujuannya, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ghalih mengaku terkesan dengan berbagai inovasi yang dikembangkan warga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang secara mandiri berupaya meningkatkan perekonomian melalui sektor pertanian terpadu.

“Jika ingin mendorong peningkatan ekonomi, strateginya harus dibangun melalui kolaborasi yang nyata," ucap dia saat meninjau langsung lokasi kegiatan mix farming di Rusunawa Cilangkap, Kota Depok, Selasa (2/6/2026). 

"Contoh sederhananya, pembibitan cabai yang sudah siap jual dengan tinggi sekitar 15 sentimeter dapat dikembangkan menjadi souvenir untuk berbagai acara hajatan,” sambung dia. 

Dalam kunjungan itu, dia didampingi Kasubag Tata Usaha UPTD Rusunawa Kota Depok, Hendrik Sugiarto, Delegasi Sahabat Semua (DSS) Kota Depok Abdul Rojak, serta Kelompok Tani (Poktan) Doa Istri.

Lebih lanjut, Ghalih pun mengutip arahan Wali Kota Depok Supian Suri terkait pentingnya mengganti budaya pemberian karangan bunga dengan bibit tanaman yang memiliki manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

Sementara itu, Delegasi Sahabat Semua (DSS) Kota Depok yang diwakili Cang Ojak, menyebut, ketahanan pangan dan pengelolaan sampah perlu memiliki ikon atau percontohan yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat.

"Semoga apa yang telah dilakukan Poktan Doa Istri dapat menjadi contoh dan memotivasi lingkungan lainnya dalam membangun ketahanan pangan serta menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan," papar dia. 

Dia melanjutkan, keberadaan Kelompok Tani (Poktan) Doa Istri yang telah aktif bergerak dalam bidang ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan dapat menjadi acuan bagi wilayah lain untuk mengembangkan program serupa.


Laporan: Malik Sihite


Tinggalkan Komentar