Legislator PDI Perjuangan Soroti KEK Kesehatan Sanur Bali - Telusur

Legislator PDI Perjuangan Soroti KEK Kesehatan Sanur Bali

Anggota Komisi VI DPR RI, Sondang Tiar Tampubolon (Youtube)

telusur.co.idAnggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sondang Tiar Debora Tampubolon menyoroti identitas yang ditonjolkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali.

Pasalnya, kata perempuan yang akrab disapa Sondang itu, seiring berjalannya waktu, image yang ditonjolkan KEK Kesehatan Sanur seperti mengalami perubahan dari semangat awal pendirian.

Semangat awal didirikannya KEK Kesehatan sanur, kata Sondang yakni untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Jadi, mestinya yang lebih ditonjolkan adalah perlengkapan kesehatannya, bukan malah menonjolkan semangat wisatanya.

"Saya sebenarnya sangat mendukung
Program yang telah dicanangkan pemerintah sejak tahun 2019 ini untuk mendirikan Rumah Sakit bertaraf internasional di Sanur Bali ini. Tetapi seiring perjalanannya waktu, saya melihat bahwa ini seperti salah filosofi atau bagaimana. Yang dibangun ini wisata medical check up atau medical check up sambil berwisata. Ini tujuan goalnya kemana, karena kan pasti berbeda," kata Sondang dalam Rapat Kerja dengan Wakil Menteri BUMN II Republik Indonesia, terkait Pembahasan terkait PMN untuk Aviata dan IFG (Bahana), di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (12/4/2023).

"Proyek (KEK) Sanur ini tidak selesai-selesai karena kehilangan rohnya (semangatnya) mau dibawa kemana?. Jika memang mau dikuatkan pada BUMN yang memiliki Rumah Sakit bertaraf internasional ya mestinya medicalnya yang dikuatkan, bukan malah pariwisatanya,"sambung Sondang.

Karena itu Sondang meminta PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) untuk lebih mengkampanyekan pelayanan dan fasilitas medis yang ada di KEK Sanur ini.

Selain itu, Wakil rakyat asal Jakarta Timur ini juga menyoroti siapa pihak yang akan bertanggung jawab di Rumah sakit internasional tersebut.

"Operator untuk kesehatannya itu siapa?, apakah rumah sakit BUMN, yang dalam hal ini Pertamedika?, apakah Pertamedika sanggup mendanai RS yang bertaraf internasional?" tanya Sondang.

Diketahui, Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengajukan tambahan penyertaan modal negara (PMN) dalam alokasi cadangan investasi APBN 2023 sebesar Rp 4,193 triliun. Rinciannya Rp 1,193 triliun untuk anak usaha PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney dan Rp 3 triliun untuk IFG Life.

Menurut Pria yang akrab disapa Tiko itu, dana PMN untuk InJourney akan digunakan untuk menyelesaikan penugasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) dan KEK Sanur yang dikelola oleh PT Hotel Indonesia Natour (HIN). Adapun nilai pengajuan itu yakni, untuk KEK Mandalika sebesar Rp 1,05 triliun, sedangkan untuk KEK Sanur yakni Rp 143 miliar.

PT HIN sendiri membutuhkan modal untuk pembangunan convention center.

"Diharapkan bisa menarik rumah sakit luar negeri untuk bisa beroperasi di KEK Sanur, butuh permodalan agar PT HIN bisa menjadi inisiator proyek ini senilai Rp 143 miliar," kata Tiko.


Tinggalkan Komentar