Likuiditas Rendah, GOTO Didepak dari Indeks MSCI - Telusur

Likuiditas Rendah, GOTO Didepak dari Indeks MSCI

Foto: GoTo

telusur.co.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dikeluarkan dari konstituen MSCI Global Standard Indexes, akibat likuiditas saham yang dinilai rendah sejak pertengahan Mei 2026. GOTO menjadi salah satu dari total 10 saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI. 

Keputusan MSCI itu dibuat berdasarkan hasil Tinjauan Indeks Agustus (August Index Review 2026). Reklasifikasi konstituen tersebut akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.

Penghapusan GOTO dari indeks dilakukan, karena MSCI menilai adanya potensi masalah dari likuiditas saham yang dianggap sangat rendah. Hal ini sebagai dampak langsung dari harga saham GOTO, yang tertahan pada batas harga bawah di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu Rp50 per lembar sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026

"Perlakuan ini diterapkan karena adanya potensi masalah replikabilitas indeks yang terkait dengan likuiditasnya yang sangat rendah, yang disebabkan oleh perdagangan pada harga minimum yang dapat diperdagangkan sebesar Rp 50 di Bursa Efek Indonesia sejak penutupan pasar pada tanggal 13 Mei 2026," tulis pengumuman MSCI, Kamis (13/8/2026).

Pada Mei lalu, MSCI membekukan perubahan terhadap posisi GOTO dalam indeksnya. Langkah itu dilakukan lantaran kekhawatiran bahwa rendahnya likuiditas saham GOTO dapat menyulitkan investor yang mengikuti indeks untuk memperdagangkan saham dalam jumlah yang besar.

MSCI menegaskan penghapusan dan perlakuan khusus pada saham GOTO ini, akan berlaku efektif pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

Terkait pengumuman itu, Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, mengakui berdampak kurang menyenangkan bagi pemilik saham perusahaan. 

"Kami memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GoTo dari indeks sahamnya, dan kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami," kata Audrey dalam keterangannyaKamis (13/8/2026).

Menurut Audrey, dikeluarkannya GOTO dari MSCI Global Standard Indexes merupakan hal yang teknis. Karena, harga saham GOTO berada di level paling rendah Rp50. Di aiai5 sisi, volume perdagangan saham GOTO juga tergolong rendah.

Kendati demikian, Audrey menegaskan, kondisi saham GOTO tersebut tidak mencerminkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Karena, GOTO mencatat laba bersih pada dua kuartal berturut-turut.

"Dengan laba bersih mencapai Rp252 miliar dan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun. Ebitda grup yang disesuaikan juga meningkat hingga menembus angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya dan tetap on-track untuk mencapai pedoman kinerja tahunan kami dengan ebitda grup yang disesuaikan Rp3,2 triliun-3,4 triliun," tuturnya.

Lebih lanjut, Audrey memastikan pihaknya akan berkomunikasi aktif dengan MSCI terkait keputusan mereka tersebut.

"Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," tukasnya. [Far] 

 

 

 

 


Tinggalkan Komentar