LPDB Gandeng JATMAN dalam Pendampingan Dana Bergulir  - Telusur

LPDB Gandeng JATMAN dalam Pendampingan Dana Bergulir 


telusur.co.id - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah (JATMAN) dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (10/11/20). 

Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani oleh Direktur Utama LPDB Supomo dan Wakil Rais ‘Am KH Ali Mas’Adi, disaksikan oleh Habib Luthfi selaku Pembina JATMAN dan Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana. 

MoU ini merupakan bentuk pendampingan dalam rangka penerimaan dana bergulir dan peningkatan kualitas sumber daya insani ekonomi dan keuangan syariah. 

Usai penandatanganan nota kesepahaman, Supomo menjelaskan bahwa LPDB sebagai satuan kerja Kemenkop menjadi perpanjangan tangan Pemerintah dalam menyalurkan pinjaman/pembiayaan kepada koperasi. 

"Seiring berkembangnya zaman, LPDB terus beradaptasi dan akan mengedepankan sinergi dengan komunitas - komunitas milenial, sehingga kami harus hadir di komunitas seperti saat ini. Secara internal juga kami harus menyiapkan SDM yang milenial, sehingga dalam prosesnya saling terkoneksi atau 'nyambung' mengikuti jaman," ujar Supomo. 

Menurut Supomo, tuntutan dan tantangan ke depan semakin besar. Karenanya, semua komunitas harus rangkul, dan didampingi. 

Pendampingan yang dilakukan LPDB sesuai dengan isi Permenkop 4 Tahun 2020 dapat dilaksanakan melalui kerjasama dengan pendamping perorangan, institusi pemerintah maupun swasta, lembaga, komunitas, perkumpulan, dan/atau perusahaan lain yang memiliki kapasitas dan pengalaman. 

Selain pendampingan, kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang ekonomi dan keuangan syariah. 

Harapannya, dengan nota kesepahaman ini tercipta sinergi antara kedua belah pihak dalam upaya pendampingan dan penyuluhan Koperasi Syariah, khususnya di lingkungan JATMAN. 

"Santri sekarang ini harusnya bukan hanya dilirik, namun diperhatikan. Keberadaannya bukan hanya sekedar ada, namun harus berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Karena, kalau hanya ada tapi tidak berkontribusi positif ya tidak ada yang melirik. Memiliki sesuatu atau value, juga semangat yang tinggi, maka JATMAN dapat berkontribusi dalam membangun bangsa dan negeri ini menjadi lebih maju,” tutup Supomo.[Fhr]


Tinggalkan Komentar