Mahfud Sebut NU Tak Pernah Berhenti Berkontribusi Bagi Bangsa dan Negara Indonesia - Telusur

Mahfud Sebut NU Tak Pernah Berhenti Berkontribusi Bagi Bangsa dan Negara Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD (Telusur; Alfi)

telusur.co.idMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengapresiasi, Nahdlatul Ulama (NU) yang terbukti telah berkontribusi besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga dan merawat keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Ditegaskan Mahfud, organisasi yang lahir dari kalangan pondok pesantren itu, tak pernah berhenti berkontribusi bagi negara Indonesia, terutama dalam mengisi kemerdekaan sampai saat ini, baik di bidang agama, pendidikan, politik, pemerintah dan sebagainya.

"NU memberi sumbangan di Bidang Politik kenegaraan itu jelas. Kemudian, memberikan sumbangan personel-personel yang cukup tangguh untuk mengurus negara," kata Mahfud Md dalam sebuah diskusi bertema 'NU Abad Kedua, Kemana hendak menuju?', di Yayasan Talibuana Nusantara, Kalibata, Jakarta, Jumat (3/3/2023).

Di bidang budaya, NU juga telah berkontribusi besar dalam membangun ke-Islaman dan ke-Indonesiaan melalui cara-cara yang lentur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"(Jasa NU lainnya) ikut membangun budaya islam ala indonesia," kata Mantan Menteri Pertahanan era Gus Dur ini.

Menurut Mahfud, tradisi dan budaya Islam yang praktekan NU telah menyebar ke semua lapisan masyarakat.

"Kalau ada pejabat yang beragama islam mau mantu misalnya. Di hotel yang mewah sekalipun, itu acaranya kan sangat islami, sangat NU. Mulai dari pengajian, maulidhoh hasanah, Shalawatan dan sebagainya. Mau jabatan dia setinggi apapun, (acaranya) begitu. Artinya NU sudah ikut mengantarkan itu. Keluar dari potret negara yang dikuasai oleh belanda dulu," kata Mahfud.

Selanjutnya, di bidang Ideologi, kata Mahfud, Nahdlatul Ulama dengan tegas menolak pendirian negara khilafah.

"Di bidang ideologi jelas. NU kemarin sudah mengumumkan bahwa NKRI dengan ideologi pancasila itu final dan khilafah sebagai sebuah bentuk dan sistem negara adalah hal yang tidak diterima. Artinya tidak cocok dengan tuntutan kemajuan," kata dia.

Tantangan Ekonomi

Meski secara kuantitas NU menjadi mayoritas, namun faktanya mayoritas warga NU adalah masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah yang tentunya ke depan harus ditingkatkan kesejahteraannya.

Karena itu, peran dan dukungan dari para pengurus dan warga NU dalam kebangkitan ekonomi sangat diperlukan. "NU harus menyiapkan masa depan umatnya (di sektor ekonomi)," kata Mahfud.

Turut hadir dalam acara itu diantaranya, A'wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Endin AJ. Soefihara, Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Juri Ardiantoro, Wakil Menteri Agama, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, Staf Khusus Wakil Presiden, Robikin Emhas, Mantan Ketua LPP-PBNU, H. Al Amin Nur Nasution, SE dan sejumlah tokoh lainnya.


Tinggalkan Komentar