telusur.co.id - Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik, menegaskan bahwa anggota DPRD Partai Gelora telah dibekali kemampuan seni berkomunikasi dan seni pertarungan politik melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional ke-2 Aleg Gelora di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Menurut Mahfuz, kemampuan komunikasi menjadi kunci utama bagi anggota legislatif, terutama di era digital ketika kinerja dewan dapat dipantau langsung oleh masyarakat. Karena itu, setiap program, gagasan, dan aktivitas dewan harus dikomunikasikan secara terbuka kepada publik melalui berbagai saluran, termasuk media sosial.
Ia juga mengingatkan agar komunikasi politik selalu berlandaskan fakta dan kebenaran. Untuk mendukung hal tersebut, anggota dewan didorong aktif menggunakan platform seperti Instagram, Facebook, X, dan TikTok, termasuk memanfaatkan bantuan pengelola media sosial jika diperlukan.
Selain kemampuan komunikasi, Mahfuz menilai anggota dewan perlu memahami seni pertarungan politik (power game). Dinamika, perbedaan pendapat, hingga konflik dalam proses politik merupakan hal yang wajar dan harus mampu dikelola dengan baik demi mencapai tujuan bersama.
Ia juga mendorong kader Gelora memperluas jaringan pertemanan politik, tidak hanya di internal partai dan fraksi, tetapi juga dengan partai lain serta pejabat daerah. Menurutnya, jejaring yang luas akan mempermudah perjuangan aspirasi masyarakat dan gagasan partai menjadi kebijakan publik.
Mahfuz menambahkan, DPP Partai Gelora akan terus mendampingi 73 anggota DPRD Gelora di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebagai persiapan menuju Pemilu 2029. Partai Gelora optimistis dapat menambah kursi di DPRD sekaligus meraih kursi di DPR RI pada pemilu mendatang. [ham]



