telusur.co.id - Beberapa lembaga survei melakukan survei terkait pilihan masyarakat untuk calon presiden 2024. Nama-nama yang relatif muda mendominasi hasil survei tersebut. Menurut Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera figur-figur yang mau masuk ke pentas pertarungan nasional harus ‘dikuliti’, supaya masyarakat jangan sampai memilih kucing dalam karung.
Sebab, tahun 2024 nanti merupakan satu fase penting bagi perjalanan bangsa Indonesia, dimana masyarakat menghadapi situasi peralihan kepemimpinan nasional. Karena itu, jauh hari sebelum 2024 semua masyarakat mesti melihat plus minus nama-nama yang kelak akan memimpin bangsa ini.
"Banyaknya nama 'segar' yang beredar diharapkan juga mampu mengadang ide presiden 3 periode, karena jelas bertentangan dengan agenda reformasi," ujar Mardani, Selasa.
Capres muda penting karena akan jauh lebih hopefull dalam perjalanan bangsa. Meskipun belum sempurna, tetapi mereka mengatasi masalah berangkat dari ketidaksempurnaan dan itu menuju pada perbaikan.
"Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya mengkonsumsi demokrasi melainkan ikut serta untuk memproduksi demokrasi."
Penting dirancang sejak awal karena jika tidak, Indonesia bisa gagal untuk melihat sebuah generasi baru di 2024 kelak. Inti dari generasi adalah ide. Bukan orang, umur, atau kelompok. Disebut generasi jika memiliki ide yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Meskipun memang ada kelanjutannya
Salah satu cara, tetap pada membuka peluang diskusi yang dilakukan partai politik. Ada ruang publik karena didalamnya ada argumentasi mengenai isu-isu publik, bukan isu-isu yang sifatnya parokial dan sekarang kesempatan itu terbuka lebar.
Selain itu, pemimpin juga mesti tahu arah bangsa, tentu dikaitkan dengan nilai, budaya, sampai religius masyarakat. Disini integritas, visi misi akan menentukan. "Insyaallah sebagai partai kader, PKS memiliki mekanisme sendiri dan akan berusaha mengajukan kadernya. Bukti dari keberhasilan kaderisasi PKS," tandasnya. [ham]



