telusur.co.id - Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Al Muzzammil Yusuf mengakui publik mungkin sudah mulai merasakan kerja nyata yang dilakukan oleh anggota legislatif yang berasal dari PKS sehingga kepuasan tersebut menempatkan posisi PKS dalam 5 besar hasil survei.
Hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas dan LSI yang menempatkan PKS di posisi 4 besar dan 5 besar yang dirilis 22 Februari 2021.
"Dengan Kerja keras para kader, Aleg, dan kepala daerah dari PKS melalui kerja cerdas sebagai gerakan oposisi kritis konstruktif insyaallah kita bisa masuk 3 besar di 2024," ujarnya.
Namun, sekali lagi PKS tidak mau berada di zona nyaman dalam survei, sehingga PKS tetap akan terus berjuang menyuarakan kepentingan rakyat.
Bila mengingat dulu di Amerika pada tahun 1948 hampir seluruh lembaga survei pernah memprediksi sang incumbent Harry S. Truman (Partai Demokrat) akan kalah oleh Thomas E. Dewey (Partai Republik).
Bahkan the Chicago Daily Tribune’s menulis headline “Dewey Defeats Truman” pada pagi hari menjelang pemilihan Presiden tahun 1948.
Namun secara mengejutkan hasil survei tersebut gagal total dalam membuktikan prediksinya. Truman menang telak dengan merebut 303 dari 531 electoral vote, meskipun menang tipis bila mengacu pada perolehan suara.
Padahal Amerika sangat dikenal memiliki tradisi riset opini yang sangat kuat, namun fakta membuktikan hasil riset tidak selamanya selaras dengan hasil perolehan suara yang akan diperoleh.
"Untuk itu, PKS tetap akan fokus berjuang di tengah masyarakat tanpa mengenyampingkan hasil survei yang sudah di rilis oleh lembaga survei yang ada, dengan kerja nyata," katanya.



