telusur.co.id - Upaya pendongkelan posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi Ketua umum Partai Demokrat menjadi pembicaraan panas di masyarakat karena tidak lepas dari peran pejabat negara di lingkungan Istana yang diduga ikut cawe-cawe.
Kabar terbaru, pejabat negara itu dikabarkan telah menyiapkan dana tak terbatas untuk mengambil alih kursi ketua umum Partai Demokrat.
Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron melalui akun media sosialnya membenarkan kabar tersebut. "Konon dapat restu pak lurah, siapkan uang unlimited, gunakan kader internal berencana ambil paksa Partai Demokrat," ungkap Herman, Selasa.
Niat pejabat negara untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat untuk kepentingan pencalonan presiden pada Pemilu 2024. Berdasarkan beberapa survei, elektabilitas Partai Demokrat memang mengalami kenaikan suara yang signifikan.
"Dinamika internal Partai Demokrat karena ada pihak eksternal yang ambisius jadi calon presiden 2024," ujar dia.
Anggota Komisi VI DPR inipun mengingatkan kepada pejabat negara tersebut untuk bercermin dan mengedepankan etika yang baik. "Menjadi pemimpin harus memiliki attitude, moral, dan etika yang baik," katanya. [ham]



