telusur.co.id - Seorang pejabat tinggi Rusia menuduh Amerika Serikat menunjukkan “jati diri sebenarnya” melalui serangan terhadap Iran.
Dmitry Medvedev, sekutu dekat Presiden Vladimir Putin yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, menuding Washington menggunakan pembicaraan nuklir dengan Iran sebagai kedok menjelang operasi militer.
“Sang pembawa perdamaian sekali lagi menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya,” tulis Medvedev melalui akun Telegram-nya.
Ia juga menyatakan bahwa seluruh proses negosiasi dengan Iran hanyalah “operasi kedok”. “Tidak ada yang meragukan itu. Tidak ada yang benar-benar ingin menyepakati apa pun,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap keras Moskow terhadap langkah militer AS dan sekutunya, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memburuknya hubungan antara Rusia dan Barat. [ham]



