Menkes Upayakan Program Vaksinasi Tuntas Dalam 12 Bulan - Telusur

Menkes Upayakan Program Vaksinasi Tuntas Dalam 12 Bulan

Dialog Virtual KPCPEN FMB9 bertema "Digitalisasi Percepat Vaksinasi"

telusur.co.id - Salah satu upaya pemerintah dalam menghentikan laju penyebaran virus Covid-19 ialah dengan cara herd immunity. Herd immunity merupakan suatu cara membentuk imunitas alami tubuh.

Dengan terbentuknya herd immunity, daya tahan atau imunitas diharapkan akan muncul, dan virus akan reda dengan sendirinya. Dalam hal ini, pemerintah berupaya agar herd immunity dapat segera terbentuk melalui vaksinasi yang dilakukan secara masif.

"Tantangannya satu, banyak yang rebutan di seluruh dunia. Banyak negara yang belum dapat, even baru mulai. Kita dibanding negara Asia dan negara maju alhamdulillah bisa mulai," ujar Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin dalam dialog bertema "Digitalisasi Percepatan Vaksinasi" yang diselenggarakan KPCPEN - FMB9 secara daring, Kamis (4/3/21).

Menurut Budi, dalam enam bulan ke depan Indonesia akan mendapat total sekitar 90 juta dosis, dari total kebutuhan sekitar 362 juta dosis untuk 181 juta rakyat Indonesia. Sehingga diharapkan sampai dengan bulan September 2021, sudah sekitar 45 juta masyarakat yang menerima vaksin.

"Program ini harus selesai dalam waktu satu tahun sesuai arahan Bapak Presiden," terangnya.

Pemerintah, lanjut Budi, akan berkolaborasi dengan berbagai pihak agar program vaksinasi ini dapat selesai sesuai dengan yang direncanakan. Kolaborasi yang akan dan sudah dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, adalah kerjasama antar instansi pemerintah, kementerian/lembaga dan swasta.

"Sayapun sudah merangkul TNI. Jadi sekarang TNI dan Polri sudah menyuntikkan sendiri ke tenaga mereka. Karena mereka ternyata memiliki tenaga kesehatan yang banyak sekali," jelasnya.

Pemanfaatan teknologi, kata Budi, juga dilakukan untuk mempercepat dan memudahkan pelaksanaan vaksinasi agar selesai tepat waktu. Caranya, dengan menggandeng aplikasi untuk menyederhanakan proses administrasi.

"Sehingga dapat memperbanyak titik-titik penyelenggaraan vaksinasi, termasuk dalam bentuk drive thru," pungkasnya. (Tp)


Tinggalkan Komentar