P3S Tak Yakin Kebijakan New Normal akan Berhasil  - Telusur

P3S Tak Yakin Kebijakan New Normal akan Berhasil 

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie. (Foto: telusur.co.id).

telusur.co.id - Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai kebijakan new normal tidak serta merta membuat sesuatu menjadi normal, tapi ada sebab akibatnya, tak bisa dikatakan sudah berhasil, melainkan ada tahapan yag harus dilalui.

Tapi dia menilai saat ini negeri ini belum bisa disebut normal karena angka kematian akibat Covid-19 belum turun. Dicatat hampir 2000 orang yang meninggal dan terkonfirmasi 33.076 korban.

"Memang ada negara-negara seperti Korsel, Jerman, Hongkong, China dan juga Australia yang mencoba membuka kembali tapi ada saja korban jiwa. Seperti di Korsel ada 79 kasus baru dan 200 sekolah kembali dibuka. Begitu pula, dengan Arab Saudi," ujar Jerry dalam diskusi webinar lewat aplikasi Zoom Selasa (9/6/20).

Jerry menambahkan, saat ini aturan new normal diterapkan di 102 daerah, PSBB 20 wilayah dan lockdown ada 7 daerah di saat awal pandemi corona. Menurutnya hal itu tidak linear atau satu garis.

"Saya berharap baik pemerintah dan public policy (kebijakan publik) itu searah, misalkan penerapan kebijakan new normal," ujarnya.

Dia mencontohkan, pemerintah mengeluarkan kebijakan mudik kembali dibuka.

"Saat mudik dibuka maka penyebaran Covid-19 kian masif. Daerah yang awalnya green zone (zona hijau) berubah jadi red zone sampai black zone (zona hitam). Itulah akibatnya kalau kebijakan takl sejalan. Bikin kebijakan harus rasional bukan irasional," kata Jerry.

Untuk itu, dia meminta sinergiras antara legislatif dan eksekutif dan lembaga terkait harus berjalan beriringan jangan berbenturan.

Barangkali, kata dia, ini sebuah pilihan antara kebebasan dan kesehatan. Bagi Jerry new normal sudah sendiri-sendiri kita menyelamatkan diri kita. Bahasa dasarnya, kata dia, pemerintah sudah angkat tangan, masyarakat yang tentukan arah dan tujuan. Bahasa new normal beda tipis dengan Herd Immunity seperti yang dilakukan pemerintah Swedia namun gagal total.

"Saya tidak yakin new normal akan berhasil jika melihat kurva yang tak kunjung turun baik angka kematian, PDP dan terinfeksi Covid-19. Makanya, perlu opsi yang paten," jelasnya.

"Bisa saja gunakan rumus achieviable and measurable and timely system dimana dapat diukur dan dicapai dan tepat waktu dalam menentukan sikap," tandasnya. [Tp]


Tinggalkan Komentar