telusur.co.id - Petani tambak ikan mas, Pak Edo Sinaga (55) merawat ikan dalam tambaknya dengan cara melap dengan kain untuk mengeluarkan kutu ikan dari sisiknya, Kamis (22/10/2020).
Sembari buka warung nasi lengkap dengan beragam makanan lainnya, Pak Edo juga menyewakan lahannya kepada sejumlah kerabatnya untuk dijadikan tambak ikan jahir, nila dan ikan Mas.
Lokasinya hanya sekitar 200 meter dari Terminal Sosor Saba Parapat, tepatnya di Selamat Datang Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun (Sumut).
Di lokasi Tambaknya Pak Edo menyampaikan, ikan yang dirawatnya ini ada yang sudah berumur 4 tahun, diantara ikan-ikan mas itu kadang dijadikan induk petelur, dan setelah dikawinkan, ratusan ribu benih ikan masnya itu akan kembali ditabur ke tambak-tambak lainnya.
Saat melakukan penimbangan, ikan mas peliharaannya itu ada yang berat 10Kg, sebahagian lagi antara 6-8 Kg.
"Ikan mas ini kita jual, dengan harga sesuai selero (selera) katanya dengan tertawa, jadi harganya bukan lagi Rp30.000 Kg, tetapi sesuai selera lah, kalo pembelinya mau dengan harga mahal ya kita jual, namanya juga hoki dan hobby, jika harga ikannya sesuai angkat barangnya, Ujarnya



