telusur.co.id - Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiyah menegaskan situasi pembatasan sosial akibat pademi Covid-19 tak membuat kegiatan riset terhenti. Pelaksanaan Riset Indeks Kualitas Program Siaran TV Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Periode I tahun 2020 tetap berjalan sesuai rencana.
Saat ini, KPI tengah melakukan riset yang mengevaluasi 477 sampel program siaran di 15 Stasiun TV dilakukan secara virtual bersama seluruh informan ahli di 12 Kota.
Diakui Nuning, riset indeks yang yang telah dilakukan merupakan program prioritas KPI dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang bekerjasama dengan 12 Perguruan Tinggi.
“Kami tetap menjalankan program riset kualitas TV meskipun dalam situasi terbatas akibat pademi. Ini bagian dari program prioritas KPI untuk meningkatkan kualitas program siaran TV,” terang Nuning.
Menurut Nuning, pentingnya riset ini untuk tetap dijalankan karena masyarakat, kalangan industri dan juga akademisi harus mengetahui hasil dari evaluasi terhadap program acara TV. Hasil riset ini dapat dijadikan referensi bagi semua pihak seperti sebagai pedoman atau panduan bagi masyarakat untuk menonton siaran TV.
“Gambaran bagaimana kualitas program acara TV juga menjadi referensi para pengiklan atau pemasang iklan sebagai penguatan brand produk agar dapat memasang iklan di program siaran yang berkualitas berdasarkan hasil dari riset ini.
Selain itu, hasil riset ini dapat dimanfaatkan teman-teman akademisi dan dunia pendidikan untuk dilakukan kajian lanjutan tentang kualitas program siaran,” lugas Nuning.
Nuning menjelaskan, evaluasi terhadap 477 sampel program siaran di 15 stasiun TV ini dibagi menjadi sembilan kategori yakni wisata budaya, infotainmen, sinetron, variety show, talkshow berita, talkshow non berita, religi, berita, dan anak.
“Pada periode riset tahun ini, KPI membagi kategori program talkshow menjadi dua yakni talkshow berita dan talkshow non berita,” imbuhnya. [ari]



