telusur.co.id - Ketua DPD Partai Gelora Banda Aceh, Teuku Adrianyah Djohan mengatakan pengembangan struktur kepengurusan Partai Gelora di level 9 Kecamatan dan 90 gampong (desa) yang ada di Banda Aceh masih terus dikonsolidasikan.
Penguatan struktur merupakan tantangan sekaligus komitmen untuk kemajuan dan perkembangan kekuatan politik Partai Gelora secara nasional dan khususnya membangun posisi tawar Partai Gelora dalam konstalasi Pilkada dan Pileg ke depannya.
“Insya Allah Gelora Banda Aceh optimis dan yakin akan diterima kehadiraanya di kalangan tokoh-tokoh simpul masa, alim ulama, cerdik cendikiawan, masyarakat bawah, masyarakat kalangan atas serta para intelektual, dan terutama masyarakat pemuda milenial,” ungkap Teuku.
Pengurus DPW Gelora Aceh, Zulkarnain M Isa berpesan kepada Partai Gelora Banda Aceh, bahwa kekuatan Partai Gelora, bukan pada janji-janjnya. Tapi manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dari seluruh rangkaian program yang diberikan Partai Gelora.
"Sebagai partai politik baru, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menolak untuk ikut obral janji. Partai Gelora punya strategi tersendiri. Partai politik harus berhenti menjadi partai yang mengobral janji demi menggalang suara dan sekaligus betul-betul menjalankan semua fungsi sebagai partai yang modern, yaitu fungsi sebagai pendidikan politik dan advokasi atau agregasi kepentingan politik masyarakat," ujarnya. [ham]



