telusur.co.id - PDI Perjuangan (PDIP) membuka peluang kembali mengusung Tri Rismaharini sebagai calon gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2029. Risma dinilai masih menjadi salah satu kader potensial yang terus dipersiapkan partai.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya terus melakukan pengkaderan terhadap figur-figur yang dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan mampu menjawab harapan masyarakat.
“Ya, kami terus melakukan pe-grooming-an. Mereka-mereka yang punya potensi sebagai pemimpin dan mampu menjawab harapan rakyat pasti diberikan ruang di PDI Perjuangan, termasuk anak-anak muda,” kata Hasto di sela konsolidasi internal DPD PDIP Jawa Timur di Surabaya, Minggu (23/8/2026) malam.
Menurut Hasto, Risma merupakan salah satu kader yang melalui proses panjang di PDIP. Mantan Wali Kota Surabaya dua periode itu awalnya direkrut dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), kemudian dipercaya menjadi Menteri Sosial hingga kini menjabat Ketua DPP PDIP Bidang Penanggulangan Bencana.
“Ibu Tri Rismaharini misalnya, beliau direkrut dari kalangan ASN. Kepemimpinannya digembleng, bertemu dengan Ibu Mega, diberikan ruang menjadi wali kota dua periode dan sangat berhasil, lalu dipercaya menjadi Menteri Sosial,” ujar Hasto.
PDIP sebelumnya mengusung Risma pada Pilgub Jawa Timur 2024 berpasangan dengan KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans. Namun, pasangan tersebut kalah dari Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.
Meski demikian, Hasto menyebut peluang Risma kembali maju tetap terbuka. PDIP juga memiliki sejumlah kader lain yang dapat dipertimbangkan untuk Pilgub Jatim 2029.
Ia menyebut PDIP saat ini memiliki 12 kepala daerah serta sekitar 19 anggota DPR RI asal Jawa Timur yang dapat menjadi sumber kader untuk kontestasi mendatang.
“Kalau kita lihat dalam iklim demokrasi yang terkonsolidasi, ada calon-calon yang muncul dari kepala daerah, kami punya 12 kepala daerah di sini. Ada juga dari anggota DPR RI,” kata Hasto.
Menurut dia, rekam jejak kepala daerah dan anggota legislatif PDIP menjadi modal partai menghadapi Pemilu 2029, termasuk perebutan kursi gubernur Jawa Timur.
“Dengan solidnya mesin partai, ini menjadi modal utama untuk pemenangan pemilu gubernur, kepala daerah, serta Pemilu Legislatif dan Presiden mendatang,” ujarnya.
Hasto mengatakan PDIP juga terus membangun optimisme menghadapi pemilu berikutnya seiring tren elektoral partai yang dinilai meningkat.
Namun, ia menegaskan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta kader tidak semata mengejar target elektoral.
“Tetapi Ibu Mega menegaskan bahwa yang terpenting adalah menampilkan wajah politik yang memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan terus membela rakyat tertindas,” kata Hasto.



