Pekan Halal Indonesia 2026 Resmi Diluncurkan, Dorong Kolaborasi Industri Halal dan Pendidikan Global - Telusur

Pekan Halal Indonesia 2026 Resmi Diluncurkan, Dorong Kolaborasi Industri Halal dan Pendidikan Global

Peluncuran Pekan Halal Indonesia (PHI) 2026 dan EduNation Festival resmi digelar di Aula Graha Utama Gedung A, Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Rabu (7/5). Foto: dok. Debindo.

telusur.co.id -Peluncuran Pekan Halal Indonesia (PHI) 2026 dan EduNation Festival resmi digelar di Aula Graha Utama Gedung A, Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Rabu (7/5). Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem halal dan pendidikan yang terintegrasi di Indonesia.

Penyelenggaraan Pekan Halal Indonesia 2026 sekaligus menegaskan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai partner strategis dalam menghadirkan platform yang menghubungkan industri halal, gaya hidup modern, pendidikan, dan pengembangan karakter generasi muda.

Direktur PT Debindo selaku penyelenggara, Vibiadhi Swasti Pradana, mengatakan gelaran Pekan Halal Indonesia hadir dengan konsep yang lebih luas dibanding pameran halal pada umumnya.

“Pekan Halal Indonesia hadir untuk mengisi ruang yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam berbagai pameran halal yang ada. Kami menghadirkan platform yang tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dan pasar, tetapi juga mengintegrasikan edukasi, literasi halal, sertifikasi, hingga penguatan gaya hidup halal modern,” papar Vibiadhi.

Menurut Vibiadhi, pendekatan tersebut menjadi relevan seiring perkembangan industri halal yang kini semakin dekat dengan generasi muda dan gaya hidup modern.

Ajang Pekan Halal Indonesia 2026 juga menghadirkan Halal Kulture, yaitu sebuah ruang eksplorasi gaya hidup halal dengan konsep experiential exhibition. Program ini akan diramaikan berbagai kegiatan seperti Faedah Talkz, Creative Space, Outdoortainment, hingga Community Space.

Selain itu, terdapat zona GlamLocal yang menghadirkan berbagai brand modest fashion dan aksesoris, yang menampilkan berbagai brand pilihan dengan beragam penawaran menarik bagi pengunjung. Area ini menjadi wadah bagi perkembangan industri fesyen muslim Indonesia yang terus tumbuh dinamis, sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang memadukan gaya, kreativitas, dan nilai-nilai modest lifestyle.

Serta Textile Trade Event berkolaborasi dengan Deatextile yang berfokus pada industri tekstil dan modest fashion muslim. Inisiatif ini dihadirkan sebagai ruang strategis yang mempertemukan pelaku industri, brand, buyer, serta inovator tekstil untuk memperkuat rantai pasok dan mendorong pertumbuhan ekosistem modest fashion Indonesia di tingkat nasional maupun global.

Dalam pelaksanaannya, PHI 2026 digelar bersamaan dengan EduNation Festival, pameran pendidikan Islam berskala internasional yang mempertemukan institusi pendidikan, universitas global, pelajar, hingga organisasi pemberi beasiswa.

Ketua Konsorsium Pendidikan Islam Internasional (KOPIN), Ustadz Dr. Ali Saman Hasan, menyebut EduNation tahun ini mengalami transformasi besar dari skala nasional menuju platform internasional.

“EduNation tahun ini kami dorong menjadi platform pendidikan Islam internasional yang membuka akses lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk terhubung dengan institusi pendidikan global. Kami ingin menghadirkan sekolah-sekolah internasional, universitas dari Timur Tengah, Malaysia, hingga negara-negara lain untuk membuka peluang kolaborasi nyata,” jelas Ustadz Ali.

Ia menambahkan, kolaborasi antara EduNation dan PHI menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda yang berdaya saing global melalui pendekatan pendidikan dan nilai-nilai halal.

“Kami ingin Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar Muslim terbesar, tetapi juga sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mampu melahirkan generasi berdaya saing global,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Muhammad Quraisy, Ph.D., menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal nasional. Mulai dari tingginya konsumsi produk halal, kontribusi halal value chain terhadap perekonomian nasional, hingga pertumbuhan sertifikasi halal yang terus meningkat.

Saat ini sudah lebih dari 300 ribu sertifikat halal telah diterbitkan di Indonesia, didukung pertumbuhan kawasan industri halal di sejumlah daerah seperti Bekasi, Banten, Kepulauan Riau, dan Jawa Timur.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya penguatan literasi halal di tengah masyarakat.

“Literasi masyarakat terkait halal dan ekonomi syariah masih perlu diperkuat. Banyak masyarakat merasa sudah memahami konsep halal, padahal edukasi mengenai standar, sertifikasi, dan implementasinya masih sangat diperlukan,” ungkapnya.

Pekan Halal Indonesia 2026 dan EduNation Festival ditargetkan menarik puluhan ribu pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku industri, keluarga muda, pelajar, tenaga pendidik, komunitas, hingga buyer potensial.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, penyelenggara berharap PHI 2026 dan EduNation Festival dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat industri halal, pendidikan internasional, serta transformasi gaya hidup halal di Indonesia.


Tinggalkan Komentar