| Minahasa | Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Ermalena mengingatkan perusahaan untuk lebih mengutamakan pekerja lokal sebagai karyawan.
Hal itu guna mengurangi tingginya tingkat pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Ia melihat perusahaan pertambangan saat ini banyak diisi oleh pekerja asing. Seharusnya perusahaan mengutamakan para pekerja lokal, bukan pekerja asing.
“Perusahaan tambang semestinya mengakomodir anak-anak putra daerah sini. Ini menjadi pentinng untuk diperhatikan,” ujarnya usai mengunjungi PT Meares Soputan Mining di Lukupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis, (26/10).
Sebab, dikatakan Politisi PPP, dirinya yakin bahwa pekerja lokal pun memiliki kemampuan untuk di tempatkan di posisi penting perusahaan tambang. “Di level tertentu memang bisa diisi anak-akan kita sendiri (putra daerah). Sehingga transfer knowledge dari tenaga kerja asing ke tenaga kerja lokal harus dilakukan secara sungguh-sungguh,” sambungnya.
Tak hanya mengingatkan perusahaan, dirinya juga mendorong agar pemerintah mampu mendirikan sekolah penambangan khusus di daerah yang memiliki sumber daya alam.
Karena pendidikan penambangan sangat penting untuk menghasilkan SDM yang dibutuhkan ditengah persaingan global yang berbasis kompetensi.
“Semestinya sekolah pertambangan harus dibangun di daerah-daerah yang sumber daya tambangnya, jadi kita punya SDM yang cukup,” ucapnya.
Seperti diketahui usai melakukan peninjauan, jumlah pekerja di PT Meares Soputan Mining berjumlah 693 pekerja dengan komposisi pekerja lokal berjumlah 599, pekerja non-lokal 84 dan pekerja asing berjumlah 10. | red-06 |



