telusur.co.id - Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta, memberikan bantuan hewan ternak untuk dibudidayakan termasuk bantuan alat pembuat pakan. Hal itu dalam rangka mendorong para peternak agar bangkit dari keterpurukan.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta, Budi Supriyadi mengatakan, pihaknya akan memfokuskan anggaran untuk pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi.
"Di anggaran perubahan ini kami mendapat alokasi anggaran yang bersumber dari dana insentif daerah (DID). Anggaran tersebut, kami maksimalkan untuk program pemulihan ekonomi para peternak," kata Budi usai penyerahan bantuan kepada peternak di Pasar Ingon-ingon Ciwareng, Kecamatan Babakan Cikao, Kamis (3/12/20).
Bantuan yang bersumber dari DID tersebut, terdiri dari 10 ekor sapi yang dibagikan kepada 10 anggota kelompok ternak sapi, 80 ekor domba diberikan kepada 20 penerima yang menjadi anggota kelompok ternak domba. Jadi, masing-masing mendapat 4 ekor domba yang terdiri domba betina tiga ekor, dan pejantan satu ekor.
Selain kepada peternak, lanjut dia, Dinasnya juga memberikan bantuan benih ikan lele dan nila kepada 12 Pondok Pesantren (Ponpes). Masing-masing Ponpes mendapat bantuan benik ikan sebanyak 10 ribu ekor.
Selain benih ikan, Ponpes tersebut juga mendapat alat untuk pembuatan pakan ikan, termasuk bahan pembuatan pakannya yang berjumlah 600 kilogram per penerima.
"Untuk Pontren itu mendapat tiga item. Yakni, benih, alat pembuat pakan dan bahan-bahan pembuat pakannya. Untuk penerimanya, ada 12 Pontren. Dengan bantuan ini, kami berharap bisa meminimalisasi keterpurukan para peternak di masa pandemi ini. Sehingga, dengan begitu mereka masih bisa produktif," kata dia.
Sementara itu, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menyadari betul, di masa pandemi Covid-19 ini hampir seluruh sektor yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat mengalami kelesuan.
Atas dasar itu, fokus dirinya kedepan tak lain lebih mengedepankan penggunaan anggaran pada upaya pemulihan ekonomi masyarakatnya.
"Fokus kami kedepan, pengoptimalan anggaran itu lebih pada upaya pemulihan ekonomi. Makanya, kami dorong Dinas-dinas terkait, untuk fokus ke program yang bertujuan untuk mendorong perekonomian masyarakat," ujar Ambu Anne.
Anne menuturkan, Pemkab Purwakarta cukup beruntung. Pasalnya, dalam upaya pemulihan ekonomi ini jajarannya turut terbantu bantuan dari pemerintah pusat. Hal mana, pemerintah memberikan reward untuk Purwakarta berupa Dana Insentif Daerah (DID) tambahan.
"Anggaran dari bantuan Negara ini, kami akan fokuskan untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Misalnya, pemulihan ekonomi di sektor UMKM, Perdagangan, Pariwisata, serta Sektor Kesehatan," tukasnya.[Tp]
Laporan: Deni Ramdani



