telusur.co.id - Sebuah video viral muncul yang menunjukkan insiden persekusi dan pelarangan terhadap para pendukung capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang ingin berbelanja di Pasar di Kota Manado.
Video ini diunggah oleh akun X dengan username @itspragibtime, menampilkan seorang pria berbaju oranye yang melarang pendukung pasangan Prabowo-Gibran untuk masuk ke pasar tersebut.
"Beberapa waktu lalu ada video yang viral di kalangan warganet. Video tersebut memperlihatkan adanya pelarangan kepada kelompok pendukung Prabowo-Gibran untuk masuk ke sebuah pasar di kota Manado," kata @itspragibtime, Minggu (21/1/24).
Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik itu memperlihatkan seorang pria berbaju oranye yang melarang pendukung pasangan Prabowo-Gibran untuk masuk ke pasar tersebut.
Meskipun telah dijelaskan berulang kali bahwa mereka hanya ingin berbelanja dan tidak melakukan kampanye, pria tersebut tetap tidak mengizinkan mereka masuk ke dalam area pasar.
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, akun @itspragibtime menemukan adanya unsur politis dalam insiden persekusi dan pelarangan tersebut di Pasar Kota Manado.
Akun @itspragibtime menuding pria berbaju oranye dalam video itu adalah Iwan Mantali. Menurutnya, pria tersebut menjabat sebagai Koordinator Pasar Kota Manado.
"Namun yang menjadi keanehan adalah adanya aroma bahwa pelarangan yang dilakukan oleh Iwan kepada pendukung Prabowo-Gibran didasari oleh dukungan politik,"
Dia lantas membagikan tangkapan layar foto profil akun facebook Iwan. Dalam foto itu, tampak Iwan bersama capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo.
Karena foto profil itu, @itspragibtime menuding tindakan Iwan terhadap pendukung Prabowo-Gibran karena alasan politis.
"Hal ini dapat dilihat dari foto profil Facebook yang bersangkutan, dimana ia dengan jelas memiliki foto bersama Calon Presiden Ganjar Pranowo," katanya.
"Hal ini menunjukkan adanya alasan politis dibalik persekusi dan pelarangan pendukung Prabowo-Gibran untuk masuk ke dalam pasar di Manado tersebut," jelas @itspragibtime.
Reaksi dari netizen bervariasi, ada yang merasa prihatin dengan kejadian ini, tetapi banyak juga yang memberikan semangat kepada pendukung Prabowo-Gibran dalam menghadapi situasi tersebut.
“Padahal hanya perkara berbeda dukungan. Mohon bersabar ya pendukung Prabowo-Gibran. Kalian tidak salah karena mempertahankan 'value' demokrasi yang seharusnya,” tulis akun X @AndhikaJuang pada Minggu (21/1/2024).
Netizen bernama Yudi Mansur dan Beneamata juga mengutarakan kekecewaannya karena masalah ini.
“Kecewa banget. Kenapa cuman perihal pemilihan politik sampai bisa menghalalkan cara gini? Mengunjungi pasar untuk kebutuhan kan juga hak orang masing-masing. Segitunya kah?! Semangat para pendukung Prabowo-Gibran,” ujar @YudiMansurr pada akun X-nya.
“Loh kok gitu? Kita seharusnya tidak menghalangi orang karena perbedaan pilihan politik. Tetap sabar pendukung Prabowo-Gibran, sudah sepatutnya demokrasi ditegakkan,” ujar akun X @beneamata88721.
Seorang netizen bernama Paulina Palvin juga mengajak para pendukung Prabowo-Gibran untuk tidak menjadi pendukung seperti Iwan.
“Inget ya guys, jadi pendukung yang bijak dan tidak ugal - ugalan kayak gini. buat pendukung Prabowo - Gibran kalian harus tetap semangat dan sportif,” ujar akun X @hipaulinapalvin
Netizen dengan nama Johan juga menyayangkan peristiwa tersebut namun tetap mengajak setiap pihak untuk menjalankan pemilu yang damai.
“Astagaa, harusnya tetap menjaga pemilu damai,” ujar @Johan_budiii di kanal X-nya. [Tp]