Telusur.co.id - Presiden terpilih Joko Widodo sama sekali tidak menyingung persoalan isu-isu Hak Asasi Manusia (HAM) dalam pidato ‘Visi Indonesia’ di Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu.
Pengamat politik Ray Rangkuti menduga, Jokowi kemungkinan memang kurang memahami ihwal menyangkut persoalan HAM.
“Beliau tidak terlalu paham dengan seluk beluk apa yang disebut dengan perlindungan hak asasi, isu-isu tentang HAM, jadi ini ada soal keterbatasan isu-isu soal HAM,” kata Ray saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/19).
Direktur eksekutif Lingkar Madani (LIMA) ini menilai, alasan Jokowi tak memasukkan visi perlindungan HAM, karena latar belakang nya bukan di bidang itu.
Jokowi, lanjut Ray, lebih menguasai persoalan ekonomi. Oleh sebab itu, tak heran ‘Visi Indonesia’ nya lebih fokus pada infrastruktur, investasi, pengusutan Sumber Daya Manusia (SDM) dan reformasi birokrasi lembaga-lembaga di bawahnya, dan lainnya.
“Itu sama seperti misalnya mengapa dia begitu jago soal ekonomi. Memang background nya disitu. Dan dia mengerti soal isunya sampai ke level teknis,” tandasnya.[asp]



