telusur.co.id - Dinamika menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menghangat seiring sejumlah nama yang digadang-gadang maju sebagai capres. Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago melihat prediksi cuaca Pilpres 2024 cukup sulit dibanding Pilpres 2014 dan 2019.

Pangi mengatakan, pihaknya melakukan survei pada bulan Maret-Juli lalu. Pada posisi Calon Presiden (Capres), bulan Maret di posisi Prabowo dan bulan Juli di posisi Ganjar Pranowo, baik di simulasi 11 nama maupun di simulasi 6 nama dan seterusnya.

"Yang muncul itu kalau 3 besar tetap Pak Prabowo, Ganjar dan Anies, baru ketua umum ada Mas Airlangga, ada Mas AHY dan yang lain. Kalau dalam simulasi capres-cawapres, kita uji tiga capres ini, Ganjar-Airlangga kita uji cek kemarin, kemudian Anis-AHY, kemudian Ganjar-Airlangga ini menarik, sangat kompetitif ya dari tiga ini," ujar Pangi dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/10/21).

Pangi memperkirakan, ada tiga poros koalisi di Pilpres 2024. Kemungkinan tersebut diantaranya ada Ganjar-Airlangga atau Ganjar-Erick Tohir, Prabowo-Puan, dan Anies-AHY.

"Ganjar berpasangan dengan Airlangga atau Ganjar dengan Eric, kemudian itu poros pertama. Siapa king makernya? Dugaan saya adalah Jokowi," ungkapnya.

Pada poros kedua adalah Prabowo-Puan. Pangi menduga king makernya adalah Megawati. Namun menurutnya, kemungkinan PDIP akan sulit berkoalisi.

"Yang poros kedua ini adalah poros PDIP, king makernya adalah Bu Megawati,  pasangannya dugaan saya bisa saja nanti Prabowo-Puan, cuma persoalannya apakah mau betul PDIP setelah kita kroscek, ternyata tidak semua kader PDIP mau kadernya hanya sebagai cawapres, bagaimana posisinya mau balikan posisi, antara posisi capres dan cawapres ini belum ketemu. Sementara Prabowo nyaman dengan PDIP, king makernya tetap Bu Megawati," urai Pangi.

Untuk poros ketiga, Pangi memperkirakan pada Anies-AHY. King makernya ada partai pengusung PKS atau demokrat bahkan yang lainnya. Namun menurut Pangi untuk menambah partai papan atas cukup sulit.

"Ada pasangan Anies-AHY, pendukungnya partai pengusung PKS, Demokrat mungkin tambah satu partai papan tengah atau satu partai, kalau satu partai papan atas agak sulit," jelasnya.

Dari ketiga poros tersebut, Pangi menyebutkan, berdasarkan matematika politiknya sudah masuk akal sebesar 20 persen.

"Jadi kemungkinan simulasi 3 poros ini masuk akal dengan kalkulasi hitung-hitungannya, matematika politiknya adalah 20 persen," kata Pangi. [Fhr]

Laporan: Nadhifa Putri Nauramiyanti