telusur.co.id - Pengurus Komunitas Masyarakat Danau Toba (KMDT) Cabang Kabupaten Simalungun dilantik di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Sumut, Senin (14/9/2020).
Ketua DPD KMDT Kabupaten Simalungun Hendra Sukma Sinaga mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana yang diberikan waktu selama empat hari untuk mempersiapkan segala sesuatu.
Ucapan terima kasih juga kepada ketua umum Edison Manurung yang langsung melantik secara langsung. Berbeda dengan pelantikan daerah lain yang dilakukan secara virtual.
Kata Hendra, untuk memajukan Danau Toba, dibutuhkan kerjasama masyarakat dengan pemerintahan. Banyak potensi wisata di Simalungun yang diminati wisatawan lokal maupun manca negara, diantaranya Parapat, Tiga Ras, Sipolha, Haranggaol dan Simarjarunjung.
Percepatan Danau Toba Mendunia, mensukseskan misi dan visi KMDT di Kabupaten Simalungun. Berbasis masyarakat yang bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten Simalungun.
Ketua DPD KMDT Simalungun berharap Ketua DPP KMDT dapat melobi kementrian dan instansi terkait di pusat, untuk membawa 'kue' pembangunan ke Danau Toba.
Mewakili Ketua Dewan Penasehat, Rospita Sitorus, mengatakan saat ini sudah jauh ketinggalan di banding daerah lain, untuk itu perlu segera dirumuskan perbaikan yang dapat dilakukan.
Menurut Rospita, kepengurusan yang baru dilantik sudah mewakili banyak kalangan di Simalungun. Berharap semakin banyak kebijakan pemerintah yang dipercepat untuk dieksekusi kebijakan dalam rangka percepatan Danau Toba mendunia.
Ketua Dewan Pakar Dr Cory Purba, dalam beberapa kesempatan sudah membicarakan soal Danau Toba. Sudah banyak dilibatkan di Danau Toba, melibatkan tenaga ahli.
"Diperlukan kerjasama semua pihak, sadar wisata. Tuhan punya tempat yang Indah, kita hanya memoles saja. KMDT harusnya ada ciri. Mulai ornamen, makanan, oleh-oleh, cendramata, pegiat budaya. Percepatan pariwisata danau toba mendunia dan mencetak SDM yang unggul. Jangan sampai tidak ada karya nyata, bukan hanya karya kata. Sadar Wisata harus ditingkatkan."
Lensudin Sumbayak, mewakili Partuha Maujana Simalungun (PMS), berharap masyarakat dan pengurus KMDT untuk mempertahankan dan meningkatkan budaya khususnya Simalungun. Mempertahankan penghijauan di Danau Toba, membumikan ornamen Simalungun yang ada Simalungun, agar ada ciri khas.
"Meningkatkan kerjasama mendorong pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur jalan di sekitar Danau Toba Kabupaten Simalungun, jika memungkinkan di seluruh daerah wisata Simalungun," kata Lensudin.
Kompol AL Hia Wakpolres Simalungun, mengajak semua menerapkan protokol kesehatan. Karena tanpa kesehatan, maka menduniakan pariwisata danau toba akan sia-sia.
Keamanan menjadi sangat penting dalam dunia pariwisata, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga kekondusifan. Agar wisatawan tidak segan dan takut. "Mari bersinergi, bekerjasama memelihara keamanan dan ketertiban di wilayah Danau Toba," harapnya.
Kapten Rudianto, mewakil Dandim Simalungun, juga mengajak semua pihak untuk membangun secara bersama-sama. "Mari kita buat wisata kita senyum, nyaman dan aman. Mari Kita Bangun Danau Toba."
Pardamean Silaen mewakili Walikota Siantar menyampaikan, Siantar secara otomatis akan kecipratan jika Danau Toba ramai kembali. Wisatawan akan singgah untuk minimal sekedar minum kopi atau berbelanja oleh-oleh.
"Kami sangat mengapresiasi adanya KMDT yang memiliki visi menduniakan Danau Toba. Kita berharap hal tersebut segera terwujud, tentunya Siantar juga akan mendapat keuntungan langsung," kata Pardamean.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Simalungun Debora Hutasoit mewakili Bupati Simalungun, menyampaikan pemerintah dan masyarakat wajib untuk mengembangkan kawasan Danau Toba.
Presiden Jokowi sudah menjadikan Danau Toba sebagai salah satu prioritas pengembangan kawasan wisata. Covid-19 menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan lokal, nasional maupun internasional. Itu akibat kebijkan untuk menangkal penyebaran virus melalui lockdown, larangan kunjungan yang mengakibatkan kunjungan wisata menurun drastis.
Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung, menyampaikan KMDT merupakan alat untuk menjembatani mempercepat pembangunan perekonomian Danau Toba.
"Sumut akan menjadi sokoguru perekonomian Indonesia. Menjaga kearifan lokal, menjadi ciri khas setiap daerah. Mendorong UMKM berkembang di kawasan Danau Toba," tuntasnya.



