telusur.co.id -Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa skuad yang akan diturunkan pada ASEAN Championship 2026 atau yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF, bakal sepenuhnya dihuni oleh pemain dari kompetisi liga domestik.
Pernyataan tersebut disampaikan Herdman kepada awak media di sela-sela sesi pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Turnamen ASEAN Championship 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang babak play-off antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Herdman menjelaskan bahwa TC yang digelar pada 26-30 Mei 2026 di Jakarta bukan sekadar latihan biasa. Progamnya ini sekaligus menjadi ajang seleksi dan pantauan awal terhadap kondisi fisik serta teknis para pemain lokal, sekaligus menjadi jembatan transisi menjelang kedatangan sejumlah pemain diaspora. Apalagi para pemain baru saja menyelesaikan musim kompetisi yang panjang.
"Ya, sekali lagi, minggu ini adalah tentang persiapan untuk AFF Cup dan menilai kumpulan pemain domestik. Hari ini kami juga melakukan transisi dengan banyak pemain diaspora kami yang datang ke pemusatan latihan. Akan ada beberapa pemain yang tampil hari ini yang akan dipilih untuk jendela (FIFA Match Day) bulan Juni juga," ujar Herdman di Jakarta, Sabtu (30/5).
Pelatih asal Inggris itu turut menegaskan bahwa persaingan memperebutkan tempat di skuad tidak hanya berlaku untuk turnamen Juli mendatang, tetapi juga untuk jendela FIFA Matchday bulan Juni. Ia menyebut sejumlah slot masih terbuka dan siap diperebutkan oleh siapa pun yang mampu tampil terbaik dari ke-23 pemain yang telah dipanggil.
"Itu adalah salah satu hal yang mereka perjuangkan minggu ini, tidak hanya untuk menunjukkan bahwa mereka mampu dipilih untuk bulan Juli, tetapi saya tegaskan ada beberapa slot yang terbuka untuk jendela (Juni) ini. Dan kami akan memberikan kesempatan bagi beberapa pemain yang tampil di level tertinggi hari ini untuk menjadi bagian dari minggu depan," lanjut Herdman.
Mengenai komposisi skuad untuk ASEAN Championship, Herdman tak menyisakan ruang keraguan. Ia memastikan bahwa turnamen tersebut akan menjadi panggung eksklusif bagi talenta lokal, sekaligus kesempatan untuk meletakkan fondasi taktis tim secara lebih matang dalam rangka proyek jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.
"Ya, itu akan menjadi pemain lokal kita, pemain domestik kita. Dan itulah mengapa kami mengadakan TC ini karena saya ingin mulai meletakkan fondasi taktis. Saya perlu menilai kompetensi fisik mereka karena mereka sedang libur musim kompetisi," tegasnya.
Keputusan ini tidak terlepas dari fakta bahwa ASEAN Championship 2026 belum masuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga para pemain diaspora yang berkarir di klub-klub Eropa tidak dapat dipanggil karena tidak ada kewajiban bagi klub untuk melepas pemain pada jendela periode tersebut.
Namun Herdman justru memandang situasi ini sebagai peluang untuk menggali potensi pemain dalam negeri secara lebih mendalam. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa para pemain tidak bisa bersantai meski kompetisi domestik tengah memasuki masa jeda.
"Sayangnya mereka tidak akan mendapat istirahat. Mereka harus bekerja untuk bersiap menghadapi AFF. Jadi ini adalah proses untuk memahami para pemain domestik ini, memahami tingkat kebugaran mereka," tutur Herdman.
Lebih lanjut, usai TC pada akhir Mei ini, eks pelatih timnas Kanada itu telah merancang program latihan intensif berikutnya yang akan berlokasi di Bali jelang berlaga di turnamen bergengsi antarnegara Asia Tenggara tersebut. Kebugaran pemain menjadi fokus Herdman dan staf kepelatihannya agar para pemain siap bertarung di turnamen sesungguhnya.
"Dan sekarang, dalam periode waktu ini, kami akan bekerja dengan mereka agar menjadi lebih kuat dan lebih bugar untuk siap menghadapi jendela 20 hari. Kami akan mengadakan pemusatan latihan 20 hari di Bali pada awal Juli untuk mempersiapkan mereka," ujarnya.
Herdman sekali lagi menegaskan bahwa dirinya menganggap serius gelaran tersebut. Ia menilai para pemain secara objektif sehingga seluruh pemain harus menunjukkan performa terbaiknya di TC agar masuk daftar skuad terakhir.
"Kami menganggap turnamen ini serius, dan para pemain ini akan dipanggil kembali jika mereka tampil cukup baik hari ini dan sepanjang minggu," tutupnya.



