telusur.co.id - Evakuasi Pesawat Trigrana Air PK-YSF yang tergelincir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, masih terus dilakukan hingga Minggu (21/3/21) pagi.
Evakuasi pesawat pengangkut kargo dengan tujuan Makasar itu melibatkan pihak TNI Angkatan Udara.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI Bambang Gunarto mengatakan, proses evakuasi dilakukan setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat semua temuan tergelincirnya pesawat.
"Pihak Angkasa Pura II, Lanud Halim Perdanakusuma serta PT Trigana Air juga akan membantu tim KNKT dalam melaksanakan penyelidikan atas kejadian ini," kata Bambang dalam keterangannya.
Pesawat Trigana Air tergelincir saat melakukan proses return to base setelah mengalami kendala teknis. "Mengakibatkan pesawat keluar landasan," tutur Bambang.
Empat orang kru pesawat Trigana Air sudah dievakuasi ke RSAU dr Esnawan Antariksa untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
"Kami juga melakukan penanganan kondisi darurat akibat kejadian ini," ucap Bambang.
Pesawat Trigana Air, sebelumnya, mendarat pada Sabtu (20/3/21) pukul 11.26 WIB dan keluar runway.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan, kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa. Hanya saja penerbangan dari dan menuju Halim Perdanakusuma dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta.
"Saat ini pihak AP2 (Angkasa Pura 2) sudah melakukan pengalihan pendaratan dan keberangkatan ke Bandara Soekarno-Hatta," kata Adita.
Dia menambahkan, Trigana Air PK-YSF keluar runway saat melakukan pendaratan di Halim Perdanakusuma.[Fhr]



