telusur.co.id - Koalisi Gajah akhirnya terbentuk. Bertempat di sekitar Kompleks Masjid Jami Kauman Kota Lama Pasar Pon (03/08), Koalisi raksasa ini melakukan deklarasi siap memenangkan pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo tahun 2020, yakni H. Ipong Muchlissoni (Incumbent) dan Bambang Tri Wahono pada Pilkada 2020 ini.
Koalisi Gajah ini terdiri dari 6 Partai dan memiliki total 36 kursi DPRD. Mereka adalah Partai NasDem 10 kursi, PKB 8 kursi, Partai Gerindra 5 kursi, Partai Demokrat 5 kursi, Partai Golkar 4 kursi dan PKS 4 kursi.
Dalam acara Deklarasi tersebut, Ipong-Bambang ditemani Wabup Sudjarno, Sunarto selaku Ketua DPRD Ponorogo, Mbah Ahmad Tobroni Toredjo selaku Ketua Yayasan Reyog/Tokoh Masyarakat Ponorogo.
Para pengurus Partai Politik Pengusung Partai NasDem, PKB, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Golkar dan PKS, sejumlah anggota DPRD Ponorogo dari Parpol pengusung serta relawan dan simpatisan.
Selain itu, antusiasme masyarakat menghadiri Deklarasi Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo tahun 2020, H. Ipong Muchlissoni (Incumbent) dan Bambang Tri Wahono sangat besar. Terbukti ribuan masyarakat antusias menghadiri lokasi sekitar Kompleks Masjid Jami Kauman Kota Lama Pasar Pon, Kelurahan Patihan Wetan, Kecamatan Babadan.
Ibnu Multazam selaku Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Ponorogo menyampaikan bahwa PKB bersama Nasdem, Demokrat, PKS, Gerindra dan Golkar sepakat menjatuhkan dukungan kepada pasangan Ipong-Bambang.
“Karena kami yakin mereka benar-benar orang baik dan pantas didukung untuk menjadi Bupati Ponorogo periode 2020-2025. Kita semua bisa melihat bagaimana kinerja Ipong Muchlissoni yang sudah dilakukan, banyak kemajuan di bidang pembangunan, kesenian, budaya dan perekonomian di wilayah Ponorogo," terang Ibnu.
Sementara Ipong Muchlissoni mengatakan kegiatan deklarasi dilaksanakan di Masjid Kota Lama untuk mengenang sebuah kenangan waktu kecil sekaligus sejarah bahwa Kauman Kota lama ini adalah salah satu Masjid tertua di Jawa Timur.
"Kenapa kegiatan deklarasi memilih masjid Jami Kauman Kota Lama ini, karena Masjid ini, termasuk Masjid tertua di Ponorogo yang di bangun pada era Bupati Ponorogo yang ke 3," jelas Ipong
Ipong juga sedikit bercerita, bahwa memilih tempat Deklarasi disini agar tidak menimbulkan fitnah. "(acara -red) ini saya pilih disini juga untuk menghindari buli dan fitnah. Saya sering dikatakan bukan orang Ponorogo, padahal kauman ini menjadi saksi masa kecil saya," lugasnya.
Dalam Deklarasi ini juga menampilkan 21 Reyog, Kesenian Gajah-Gajahan, dan juga kesenian Jaran Thek. Lebih dari 100 pedagang, mulai dari warung makan hingga Angkringan digratiskan bagi masyarakat yang hadir. [ham]



