telusur.co.id - Pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Bogor yang diikuti 88 desa di 34 kecamatan, beberapa waktu lalu, berjalan aman, lancar dan kondusif.
Mereka yang terpilih dalam Pilkades, akan mengisi kursi 66 kepala desa yang masa jabatannya pada tahun ini. Dan, 22 kepala desa yang jabatannya berakhir pada Januari 2021.
Pantauan telusur.co.id, pelaksanakan Pilkades di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, partisipasi pemilihnya cukup antusias.
Kasi PMD Kecamatan Sukaraja, Hendaya mengatakan jumlah DPT Desa Sukaraja sebanyak 15.841 pemilih tersebar 15 TPS.
" Pilkades di Desa Sukaraja ada 5 calon yang ikut kompetisi," ujarnya disela-sela kegiatan di Aula Gedung Dharmais.
Menurut Hendaya, Pilkades di Kabupaten Bogor untuk tahun ini tidak menggunakan sistem e-voting, masih dengan pencoblosan lantaran disebabkan dampak COVID19, katanya.
Informasi yang dihimpun telusur.co.id, besaran penghasilan kepala desa menjadikan ajang Pilkades cukup sengit.
Saat ini honor kepala desa di Kabupaten Bogor mencapai Rp 5 juta, Sekdes Rp 3,5 juta, Kasi Rp 3 juta dan Kaur Rp 2,3 juta, ditambah Ketua RT Rp 500 ribu setiap bulannya.
Kemudian, Dana Bagi Hasil Pajak & Retribusi setiap tahun desa mendapat Rp 1 miliar dan ditambah lagi ADD, serta DD (Dana Desa).
"Kalau Desa yang potensial seorang calon bisa merogoh kocek mencapai Rp 3 miliar," ungkap Kang Udin seorang telusur.co.id, yang ikut menjadi panitia Pilkades (P2KD).
Amatan telusur.co.id, ini dilokasi TPS proses pencoblosan berjalan lancar dan panitia sangat profesional dalam melaksanakan tugasnya.
Bahkan, setiap panitia P2KD menggunakan Handy Talky dalam berkomunikasi dan berkordinasi dengan pihak yang terlibat.[Tp]
Laporan: Budiono



