telusur.co.id - Cendekiawan muda Bambang Saputra, mencari akar polemik mengucapkan selamat Natal oleh seorang muslim.
Menurut Bambang, dalam Kitab Suci Al-Qur'an mengatakan, bahwa pada kisah-kisah terdahulu terdapat pelajaran bagi mereka yang memfungsikan akalnya (QS. Yusuf (12): ayat 111).
Penjelasan kitab suci itu menegaskan tentang betapa pentingnya kesadaran sejarah, sehingga menyampaikan kepada manusia tentang kesadaran spiritualnya kepada Tuhan.
"Memang kebanyakan orang-orang yang telah diberi kitab terdahulu, telah banyak mendustakan dan mengingkari kebenarannya. (QS. Ali Imran (3): ayat 23)," kata Bambang pad keterangannya, Kamis (24/12/2020).
Namun demikian sambung Bambang, umat Islam janganlah cenderung tersulut untuk tidak mengakui keberadaannya, sebab bagaimanapun pada salah satu rukun Iman adalah beriman kepada para nabi dan rasul Allah.
Konsekuensi logis dari beriman kepada para nabi dan rasul itu adalah berikut dengan kitab suci mereka. Akan terasa kurang sempurna keimanan seorang jika hanya mengimani para nabi dan rasul tapi enggan mengakui kitab suci yang dibawanya.
Demikian pula kata Bambang, terhadap kelahiran para nabi dan rasul tersebut. Sebagai contoh dan yang selalu kontroversial ketika mengucapkan selamat atas kelahiran nabi Isa Almasih, dengan ucapan selamat natal misalnya.
"Padahal sama halnya ketika umat muslim merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh keikhlasan, dan penuh gembira, karena juga sama-sama utusan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia, " paparnya.
Al-Qur'an dalam surat Maryam ayat 19, "Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (QS. Maryam [19]: ayat 33).
Lantunan bunyi ayat ini menegaskan, bahwa adanya ucapan selamat sejahtera atas kelahiran Isa al-Masih. Tapi kebanyakan umat Islam karena egoismenya dalam beragama, seakan enggan merayakan, atau bahkan walau hanya sekadar mengucakan selamat atas kelahirannya.
"Padahal kitab suci Al-Qur'an pun telah menyontohkan ucapan selamat sejahtera atas kelahiran Nabi yang terlahir tanpa seorang bapak itu. Wallahu A'lam, " tutup Bambang Saputra.(fir)



