telusur.co.id - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS sekaligus Sekretaris Jenderal DPP PKS, M. Kholid, menegaskan pentingnya penguatan sektor keuangan nasional melalui revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Hal tersebut disampaikannya dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (12/05) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Kholid, Komisi XI DPR RI saat ini tengah fokus pada sejumlah agenda strategis, terutama penguatan sektor keuangan nasional di tengah meningkatnya tantangan ekonomi global.
“Kami di Komisi XI saat ini sedang fokus terkait beberapa hal. Pertama adalah mengenai revisi Undang-Undang P2SK, bagaimana kita ingin memperkuat sektor keuangan agar sektor keuangan semakin lebih baik lagi,” ujar Kholid.
Selain itu, ia juga menyoroti situasi geopolitik dan ekonomi global yang dinilai memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi nasional, termasuk terhadap nilai tukar rupiah dan kekuatan fiskal negara.
“Kita juga fokus kepada situasi geopolitik dan ekonomi global yang berdampak kepada nasional. Kita melihat bagaimana nilai tukar yang semakin melemah,” lanjutnya.
Kholid menilai kenaikan harga minyak internasional turut menjadi tantangan tersendiri bagi APBN Indonesia. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kondisi fiskal tetap kuat dan siap menghadapi ketidakpastian global yang semakin meningkat.
“Kemudian kita melihat bagaimana kekuatan fiskal kita dengan adanya kenaikan harga minyak internasional. Jadi kita ingin memastikan bahwa APBN kita kuat, APBN kita siap dalam menghadapi situasi global yang semakin dinamis,” tegasnya.
Politisi PKS itu berharap langkah penguatan sektor keuangan dan pengelolaan fiskal yang hati-hati dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi masyarakat dari dampak gejolak ekonomi global.



