telusur.co.id - Keputusan Presiden Jokowi memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur mendapatkan dukungan dari Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto.
Dukungan itu disampaikan Prabowo melalui juru bicaranya, Dahnil Anzar Simanjuntak di akun twitternya, Senin. Kata Dahnil, Prabowo sudah menyampaikan kepada seluruh anggota Fraksi Gerindra bahwa usulan pemindahan Ibu Kota sudah menjadi usulan rencana jangka panjang yang menjadi usulan Gerindra sejak 2014 lalu.
“Pada prinsipnya beliau dan Gerindra setuju dilakukan pemindahan Ibu Kota, dengan catatan,” ujar Dahnil.
Catatan pertama, pemindahan ibu kota harus didasari dengan kajian yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan, tidak grasa-grusu, dan menjadi program jangka panjang yang dipersiapkan dengan matang.
Catatan Kedua, pemindahan ibu kota harus didasari dengan pandangan ekonomi Oppourtunity cost (Biaya Kesempatan) selain tentu financial cost (Biaya Keuangan), yang pondasi dasarnya tentu adalah prioritas. Jangan sampai rencana tersebut mengabaikan masalah paling dasar lain.
Catatan ketiga, masalah paling dasar lain kapasitas negara menyelesaikan kemiskinan, pengangguran, dan kedaulatan ekonomi seperti kedaulatan pangan, kedaulatan energi dan pertahanan dan keamanan.
“Karena semua masalah di atas adalah masalah Primer kita sebagai bangsa dan negara. dan masalah geopolitik, pertahanan, keamanan, juga masalah lingkungan hidup dll, jadi tidak boleh pandangan pemindahan ibu kota sekedar dilihat dari sisi ekonomi,” sebutnya.
Catatan Keempat, pemindahan ibu kota, selain memperhatikan prioritas, kesenjangan ekonomi, juga harus memperhatikan dampak sosial, budaya dan politik bagi persatuan dan kesatuan NKRI, karena pemindahan ibu kota tidak sekedar masalah ekonomi, namun ada masalah antropologis (budaya).
“Prabowo pada prinsipnya, beliau dan Gerindra mendukung segala upaya baik yang pro masa depan, bukan upaya yang mengabaikan masa depan,” tandasnya. [Ham]



