telusur.co.id -PT Terminal Teluk Lamong (PT TTL) mengawali tahun 2026 dengan torehan prestasi gemilang melalui raihan penghargaan kecelakaan nihil (Zero Accident) dan pencegahan HIV-AIDS (P2-HIV/AIDS) di tempat kerja. Penghargaan yang disahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur ini menjadi kado istimewa bagi perusahaan dalam momentum peringatan Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Nasional 2026.
Pencapaian luar biasa ini didasarkan pada keberhasilan PT TTL dalam mencatatkan 23.575.501 jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja, terhitung sejak 1 November 2017 hingga 31 Oktober 2025. Angka tersebut menjadi bukti autentik atas implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang dijalankan secara konsisten dan efektif di lingkungan pelabuhan. Atas dedikasi tersebut, Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, M. Syukur, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen perusahaan.
“Penghargaan ini bukan hanya milik PT Terminal Teluk Lamong, tetapi hasil dari kerja keras dan komitmen seluruh pegawai serta dukungan kuat dari para mitra kerja kami. Terima kasih atas dedikasi tanpa henti dalam menjaga standar keselamatan, kesehatan, dan lingkungan kerja yang terbaik,” ujar M. Syukur dalam keterangannya.
Selain prestasi dalam aspek keselamatan kerja, PT TTL juga berhasil menyabet penghargaan kategori Platinum untuk program Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS (P2-HIV/AIDS). Penghargaan ini diberikan atas komitmen perusahaan dalam menerapkan program tersebut secara berkelanjutan dan berdampak signifikan bagi seluruh pekerja maupun mitra kerja. Keberhasilan ganda ini dinilai sebagai buah manis dari transformasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang telah diperkuat sejak tahun 2023.
Lebih lanjut, Syukur menegaskan bahwa transformasi tersebut melibatkan serangkaian program yang dilakukan secara berkala dan terukur.
“Penghargaan ini tentunya tak lepas dari peran penting transformasi HSSE yang telah diterapkan sejak tahun 2023. Program management walkthrough, safety forum, safety induction, penyegaran aspek K3, dan safety minimum requirement menjadi serangkaian program HSSE yang konsisten dilakukan secara berkala,” tegasnya.
Langkah transformasi HSSE ini menjadi strategi utama perusahaan dalam menanggulangi serta memitigasi risiko kecelakaan kerja di lapangan. Komitmen terhadap aspek K3 ditegaskan sebagai tanggung jawab kolektif seluruh pihak tanpa terkecuali, guna memastikan lingkungan kerja yang aman demi mendukung peningkatan produktivitas serta kinerja operasional perusahaan secara menyeluruh.
Melalui raihan dua penghargaan bergengsi ini, PT Terminal Teluk Lamong semakin memperkuat posisinya sebagai terminal yang ramah lingkungan. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus mengembangkan digitalisasi di bidang HSSE guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing di kancah global.



