telusur.co.id -Operator kompetisi Super League, I.League akhirnya angkat bicara soal kasus kesulitan finansial yang dialami PSBS Biak.
Masalah ini mencuat ke publik usai munculnya unggahan surat terbuka dari beberapa pemain baik lokal maupun asing PSBS Biak pada masing-masing akun Instagram pribadinya.
Surat tersebut ditujukan kepada manajemen klub, PSSI, dan I.League.
Melalui fitur cerita pada akun Instagram pada Rabu (15/4), nama-nama pemain PSBS Biak mulai dari George Brown, Hery Susanto, Nurhidayat, hingga deretan pemain asing seperti kiper Kadu, Ruyery Blanco, dan Mohcine Nader.
Dalam surat terbuka tersebut, manajemen klub disebut memiliki tunggakan gaji hingga tiga bulan kepada seluruh pemain dan staf.
Kondisi carut marut internal klub tersebut mulai berpengaruh kepada kehidupan sehari-hari para pemain.
Direktur Operasional I.League, Asep Saputra mengatakan bahwa operator liga memperhatikan dinamika yang terjadi di internal PSBS. Menurutnya, pihaknya akan berkomunikasi sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku.
"Ya, saya pikir kita punya prosedur cara komunikasi, kita juga melihat, kan juga APPI juga sudah ber-statement, itu juga ada surat terbuka," ungkap Asep kepada awak media termasuk Telusur.co.id, Kamis (16/4) di Jakarta.
"Kita ada mekanismenya lah, karena kan kita komunikasi juga tidak pernah ada batasannya," tambahnya.
Asep menegaskan persoalan tersebut akan segera diselesaikan dalam waktu dekat. Ia telah berencana untuk melakukan pertemuan dengan pihak pemilik klub agar segera membereskan masalah tersebut.
"Kita tunggu saja, karena karena ini baru saja diangkat beberapa hari terakhir. Yang pasti dalam waktu dekat mungkin kita akan adakan pertemuan dengan owner dari PSBS Biak," tegas Asep.
Sementara itu, Asosiasi Pesepakbola Profesinal Indonesia (APPI) telah memberikan pernyataan terkait kesulitan finansial yang dialami PSBS.
"Berdasarkan laporan yang diterima dari para pemain, keterlambatan pembayaran hak (gaji) telah terjadi hingga tiga bulan dan sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai penyelesaiannya," bunyi pernyataan APPI dikutip dari akun resmi Instagram.
APPI berharap pembayaran hak para pemain dapat diselesaikan tepat waktu dengan memperhatikan profesionalitas sebuah klub.
"Kami berharap seluruh kewajiban klub terhadap para pemain dapat diselesaikan demi menjaga iklim sepak bola Indonesia yang sehat dan profesional," tutup pernyataan APPI.



