telusur.co.idKetersediaan dan akses listrik masyarakat pedesaan belum sepenuhnya dapat dinikmati oleh semua warga pedesaan di wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur, Provinsi Aceh. Terutama mereka yang tinggal di perdesaan dan pelosok-pelosok.

Anggota Komisi VI DPR RI, Muslim meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menggencarkan pemerataan pembangunan jaringan listrik di seluruh Indonesia, khususnya di provinsi Aceh.

"Saya melihat ketika turun di Dapil, desa-desa terpencil dan pedalaman ini, kita harapkan PLN bisa hadir. Kebetulan daerah saya di Aceh Utara dan Timur ini (masih ada yang belum teraliri listrik). Saya berharap ini bisa di support oleh PLN. Khususnya aliran listrik di pedesaan," kata Muslim saat RDP dengan PT PLN di Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/2/2023).

Menurut Muslim, pemerataan aliran listrik itu sangat diharapkan, agar masyarakat di wilayah setempat juga bisa menikmati keberadaan listrik.

Selanjutnya, berkaitan dengan adanya keterbatasan daya listrik di sejumlah pesantren yang menjadi penyebab seringnya pesantren mengalami mati listrik. Muslim juga meminta PLN untuk kembali membantu pesantren agar aktivitas para santri bisa lebih lancar dan Para santri tidak perlu lagi khawatir lagi mati listrik, dan bisa terus melanjutkan pembelajarannya.

Muslim mengakui, selama ini PLN telah bergerak cepat membantu para pelaku industri kecil atau pelaku UMKM, Pesantren dan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, kata dia, program-program PLN yang sudah bagus dan pro rakyat harus terus dilanjutkan.

"Pesantren-pesantren juga mengalami keterbatasan berkaitan dengan daya listrik. Kami harap ini juga bisa di support Pak Dirut," kata Legislator asal Partai Demokrat ini.

"Saya harap, program-program yang sudah ada dan cukup bagus terus ditingkatkan," sambung Muslim.