telusur.co.id - Kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) yang berlangsung di Menara Hotel Paninsula, Jalan S. Parman, Slipi, Jakarta Barat, menjadi ricuh saat hendak digelarnya Muktamar Luar Biasa (MLB) untuk memilih ketua umum definitif.

Rapinas tersebut dibuka langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PPP Arsul Sani pada 16 September 2022. Dan, telah menetapkan dua keputusan yaitu mengesahkan Imam Fauzan Amir Uskara sebagai Plt Ketua Umum PP GPK, dan menetapkan jadwal MLB 17 September 2022, dimulai jam 20.00 WIB yakni 1x24 jam setelah ditetapkan dalam Rapimnas I GPK.

Namun, ketika para peserta hadir saat akan dimulainya MLB GPK, aula dikunci oleh pihak Hotel atas dasar arahan oknum panitia Rapimnas I GPK. Tak diketahui siapa oknum panitia tersebut.

Ketua PW GPK Kalimantan Barat yang ditunjuk sebagai Juru Bicara perwakilan PW GPK se-Indonesia, Ircham Chandra menegaskan, harus diketahui semua bahwa baik Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) PP GPK, maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, GPK merupakan sayap partai PPP yang tertua dari Banom-banom PPP lainnya. Dan, ternodai dari peristiwa kericuhan tersebut. 

"Bagaimana keadaan ini bisa terjadi, kami para peserta dari berbagai daerah seakan tidak dianggap pengurus PW GPK provinsi di daerah yang sah oleh panitia. Padahal kita sudah ikut di arena Rapimnas I," kata Habib Irham panggilan karibnya, dalam keterangannya, Senin (19/9/22).

Habib Irham menyatakan bahwa sudah disepakati saat Rapimnas I GPK pada 16 September 2022, semua peserta menyetujui adanya Muktamar Luar Biasa (MLB). Namun saat para peserta MLB dari seluruh Pengurus Wilayah GPK se-Indonesia sudah bersiap MLB, para peserta tidak bisa memasuki arena tersebut lantaran pintunya dikunci pihak hotel atas arahan oknum panitia.

"Kami meminta hal ini diusut tuntas oleh DPP PPP agar oknum ini jangan sampai menghalangi kegiatan MLB GPK," pinta Habib Irham.

Ketika para peserta pengurus wilayah GPK se-Indonesia ricuh dengan pihak hotel di depan pintu arena MLB yang terkunci tersebut, datangnya Plt Ketum PP GPK, Imam Fauzan Amir Uskara yang menjelaskan kondisi tidak terjadinya MLB GPK yang sudah disepakati seluruh pimpinan dan peserta Rapimnas I GPK namun tidak didampingi oleh Sekjen PP GPK dan para pimpinan sidang lainnya serta panitia lainnya.

Plt Ketum PP GPK, Imam Fauzan Amir Uskara mengungkapkan bahwa dirinya bersalah karena tidak mengetahui adanya AD/ART GPK tentang poin-poin dalam pelaksanaan MLB tersebut.

Tanggal 17 September 2022 Jam 18.55 WIB atau sekitar 2 jam sebelum jadwal pembukaan, para ketua PW yang sudah di Jakarta menerima surat pemberitahuan dari PP GPK bahwa MLB ditunda dengan alasan tidak sesuai AD/ART. Juga dengan alasan ada segelintir penolakan dari beberapa PC GPK di daerah.

"Surat penundaan MLB dikeluarkan tanpa melalu rapat pleno PH PP GPK, bisa diambil kesimpulan bahwa keputusan PP GPK tersebut bukan keputusan kolektif PP GPK melainkan hanya oknum pengurus di PP GPK dimana oknum tersebut juga ada kepentingan maju untuk menjadi Ketua Umum PP GPK," ucap Afriansyah, Ketua PW GPK Jambi.

Padahal, keputusan Rapimnas statusnya lebih tinggi dari keputusan rapat pleno PH PP GPK. Dan surat pembatalan MLB juga dikeluarkan tanpa melalui rapat pleno PH PP GPK.

Plt Ketua Umum memberikan klarifikasi kepada para ketua PW GPK terkait pembatalan MLB dan hanya datang seorang diri tanpa didampingi PH PP GPK maupun SC dan OC. Sedangkan kondisi forum MLB sudah dikunci rapat tidak boleh dibuka oleh pihak hotel sesuai permintaan panita MLB.

Plt Ketum beralasan baru membaca AD/ART ada mekanisme yang belum dilaksanakan sebelum pelaksanaan MLB. Padahal dalam forum rapimnas sudah dipertanyakan oleh peserta rapimnas terkait keabsahan MLB, pimpinan sidang menyatakan sudah sah dan sesuai AD/ART.

Bahkan dari PP GPK menyatakan kalau MLB dilaksanakan setelah rapimnas malam itu juga dari PP sudah menyatakan kesiapan teknisnya.

Hingga pukul 00.00 18 September 2022 waktu setempat saat malam harusnya di gelar MLB GPK, Sekjen PP GPK dan panitia lainnya serentak tidak bisa dihubungi oleh Plt Ketum PP GPK tersebut.

Hal aneh ini membuat PW GPK se-Indonesia geram dan hampir membuat situasi MLB memanas, namun dapat diatasi oleh beberapa PW GPK yang mengajak agar tidak terpancing emosi.

"Beredarnya surat pernyataan penolakan MLB oleh beberapa Pengurus Cabang GPK se Indonesia merupakan salah satu alasan tidak digelarnya MLB pada 17 September tersebut. Namun ini hanya akal - akalan saja, alasan penolakan PC GPK yang mengatasnamakan PC se Indonesia tersebut dimobilisir oleh oknum PP GPK sendiri dan dijadikan salah satu dasar diundur sepihak nya MLB GPK," kata Toto Yuwono, Ketua PW GPK DIY.[Fhr