telusur.co.id - Roberto Mancini resmi kembali ke kursi pelatih Timnas Italia setelah tiga tahun meninggalkan Gli Azzurri. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengumumkan penunjukan tersebut bersamaan dengan keputusan menunjuk Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik.
Kembalinya Mancini menjadi kejutan setelah FIGC sebelumnya sibuk merancang perubahan besar di tubuh tim nasional. Bahkan, Paolo Maldini dan Leonardo sempat dilibatkan dalam proses pencarian pelatih anyar.
Namun, rencana tersebut akhirnya berubah arah.
Nama Andrea Pirlo sempat berada di posisi terdepan dan bahkan dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk menangani Italia. Akan tetapi, pencalonan legenda Juventus dan AC Milan tersebut akhirnya batal setelah muncul informasi mengenai keterikatannya sebagai duta merek global sebuah situs judi asal Rusia yang masuk dalam daftar larangan.
Dalam situasi yang serba terbatas, FIGC akhirnya kembali kepada sosok yang sudah sangat mengenal sepak bola Italia: Roberto Mancini.
Presiden FIGC, Giovanni Malago, menjadikan Mancini sebagai pilihan utama untuk mengisi kursi pelatih Gli Azzurri.
Pelatih berusia 61 tahun tersebut bukan sosok asing bagi Italia. Mancini sebelumnya menangani tim nasional pada 2018 hingga 2023 dan berhasil membawa Gli Azzurri meraih gelar Euro 2020.
Namun, periode pertamanya juga meninggalkan luka. Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2022 setelah secara mengejutkan tersingkir di babak playoff.
Setelah berpisah dengan Italia, Mancini melanjutkan karier di luar negeri. Ia sempat menangani Timnas Arab Saudi sebelum kemudian melatih klub Qatar, Al Sadd.
Kini, Mancini kembali ke rumah dengan tugas yang tidak ringan: membangun kembali Italia dan mengembalikan Gli Azzurri ke jajaran elite sepak bola dunia.
Malago mengungkap bahwa Pirlo sebelumnya memang menjadi kandidat utama setelah melalui pembahasan bersama Maldini dan Leonardo.
Namun, munculnya informasi baru terkait kerja sama Pirlo dengan perusahaan yang terhubung dengan situs judi membuat FIGC mengubah keputusan.
Dengan waktu yang semakin sempit, Malago akhirnya mengambil keputusan untuk menunjuk Mancini.
“Waktu sangat terbatas, dan saya menilai sosok yang pantas menjadi pelatih baru Italia adalah Roberto Mancini karena berbagai alasan. Saya bertanggung jawab penuh atas keputusan tersebut.”
Malago juga memastikan tidak ada keretakan antara dirinya dengan Maldini maupun Leonardo. Menurutnya, perbedaan pandangan mengenai sosok pelatih membuat kerja sama tersebut berakhir secara baik-baik.
Dengan Mancini kembali sebagai pelatih, Italia kini memasuki babak baru setelah beberapa pekan penuh drama di balik layar.
Bukan hanya Mancini yang kembali mendapatkan peran penting. FIGC juga menunjuk Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik.
Malago menilai pengalaman dan visi Ranieri akan menjadi elemen penting dalam proyek baru sepak bola Italia. Ia bahkan menyebut Ranieri sebagai sosok yang memiliki pandangan sejalan dengannya.
“Orang yang memiliki visi yang sama dengan saya adalah Claudio Ranieri. Ia akan mengemban tugas yang sangat penting dan penuh tanggung jawab.”
Ranieri sebelumnya mengakhiri karier kepelatihannya pada 2024. Namun, ia kembali ke pinggir lapangan untuk menangani AS Roma secara sementara pada musim lalu.
Kini, pria berusia 74 tahun itu mengambil tantangan berbeda. Ia tidak lagi bertugas sebagai pelatih utama, melainkan bekerja di balik layar untuk membantu menentukan arah perkembangan sepak bola Italia.
Kembalinya Mancini dan kehadiran Ranieri menjadi sinyal bahwa FIGC ingin membangun fondasi baru untuk Gli Azzurri.
Mancini membawa pengalaman sebagai pelatih yang pernah mengantarkan Italia menjadi juara Eropa. Sementara Ranieri hadir dengan pengalaman panjang sebagai salah satu pelatih senior Italia.
Kini, keduanya memiliki misi yang sama: mengembalikan Italia ke jalur kejayaan.
Setelah gagal menembus Piala Dunia 2022, Gli Azzurri tentu tidak ingin kembali mengulangi kesalahan yang sama. Tantangan Mancini kali ini bukan hanya meraih kemenangan, tetapi membangun tim yang konsisten, kompetitif, dan mampu kembali bersaing di panggung sepak bola internasional.
Sumber: Football Italia



