telusur.co.id - Data Institut Ilmu Al-Qur’an menyatakan, 65 persen peduduk Indonesia masih buta huruf Al-Qur’an. RQV hadir untuk memberantas buta baca tulis Al-Qur’an di seluruh Indonesia dengan cara membangun Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Al-Qur’an di seluruh daerah khususnya daerah pelosok dan jangkauan pendidikan rendah.
"RQV berkomitmen untuk menjalankan visi besarnya menjadi Pelopor Gerakan Nasional Satu Juta Rumah Qur'an di Indonesia," kata Presiden RQV Indonesia, Sultan Muda Azmi Fajri Usman, Sabtu (26/12/20).
"Memperkokoh karakter berbasis Al-Qur’an merupakan solusi visioner. Kami yakin ikhtiar yang dijalankan konsisten, sanggup memulihkan krisis bahkan mengangkat harkat dan martabat umat manusia," lanjut Sultam Azmi.
Tasyakuran Tahfidz Qur’an kali ini diselenggarakan oleh RQV 022 Habibullah yang terletak di Desa Alue Keutapang Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh.
Berdiri sejak 20 Januari 2020 sebagai bentuk kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, sehingga telah setahun berdikari memberikan pendidikan Al-Qur’an kepada masyarakat di Kabupaten tersebut.
Tasyakuran Periode Kedua tersebut dilaksanakan pada 26 Desember 2020 bertepatan dengan hari peringatan Tsunami.
Hal ini sebagai refleksi dan bentuk rasa syukur masyarakat Aceh yang masih Allah SWT berikan nikmat keselamatan. Pada moment ini terdapat puluhan santri yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30, 29, 28, dan 27.
Acara tasyakuran ini berlangsung begitu khidmat dan mengharukan terutama ketika para santri menyematkan mahkota kepada orang tua mereka.
Moment ini diharapkan akan menjadi awal hidup istiqomah bersama Al-Qur’an serta dapat berperan aktif dalam memajukan Indonesia dengan mengamalkan dan mengajarkan Al-Qur’an.
"Para santri yang telah melakukan tasyakuran hari ini merupakanaset daerah yang sangat berharga. Mereka adalah generasi muda potensial yang diharapkan mampu memberikan konstribusi terhadap pengembangan ilmu Al-Qur’an di Kabupaten Pidie Jaya," kata Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi.[Fhr]



