telusur.co.id - Kondisi tak biasa ditemukan dalam kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke Sulawesi Utara. Anggota komisi, Irma Suryani, mengaku prihatin melihat minimnya jumlah pasien di RSUD Amurang.
Dalam kunjungan reses pada 22 April 2026, Irma menemukan fakta mengejutkan: ruang rawat inap rumah sakit tersebut hanya diisi sekitar 11 pasien. Padahal, dari sisi fisik, fasilitas rumah sakit dinilai cukup baik.
“Bangunannya bagus, bersih. Tapi kok sepi sekali, seperti tidak ada masyarakat yang berobat ke sana,” ujarnya heran.
Temuan ini langsung memicu pertanyaan mendasar. Apakah masyarakat setempat memang jarang sakit, atau ada persoalan lain yang lebih serius?
Setelah ditelusuri, Irma mengungkap bahwa rendahnya jumlah pasien bukan tanpa sebab. Salah satu faktor utama adalah menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit tersebut.
Tak hanya itu, masalah klasik juga ikut berperan keterbatasan fasilitas dan tenaga medis. Sejumlah alat kesehatan disebut belum lengkap, sementara jumlah dokter spesialis masih jauh dari memadai.
“Ada alat yang belum tersedia, dan dokter spesialis juga kurang. Ini tentu memengaruhi kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Politisi dari Partai NasDem itu menilai kondisi ini berbahaya jika dibiarkan. Rumah sakit yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan justru terancam menjadi fasilitas yang tidak dimanfaatkan secara optimal.
Sebagai langkah awal, Irma mengaku telah menyampaikan temuan tersebut kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia agar segera dilakukan evaluasi dan pembenahan.
Ia berharap pemerintah pusat dan daerah bisa bergerak cepat untuk meningkatkan kualitas layanan, melengkapi fasilitas, serta menambah tenaga medis terutama dokter spesialis.
“Jangan sampai rumah sakit ini jadi mubazir. Harus segera diperbaiki agar bisa benar-benar melayani masyarakat,” pungkasnya.



