telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Mamat Rachmat, menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan Ketua RT dan perangkat kewilayahan dalam Reses II Tahun Anggaran 2025/2026 di Ciumbuleuit, Kota Bandung, Rabu, 25 Februari 2026.
Dalam dialog bersama warga di GOR Family, Jalan Rereongan Sarupi, aspirasi terkait peningkatan insentif RT menjadi salah satu isu yang mencuat. Warga menilai beban kerja RT tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sosial dan kemasyarakatan yang berlangsung hampir tanpa batas waktu.
Menanggapi hal tersebut, Kang Rachmat menyampaikan bahwa peran RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di lingkungan harus mendapat perhatian serius dalam kebijakan daerah.
“RT bekerja bukan hanya mengurus administrasi, tetapi juga menjadi penghubung antara warga dan pemerintah. Peran ini sangat strategis dan membutuhkan dukungan yang memadai,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kesejahteraan RT tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah. Namun demikian, pemerintah daerah terus berupaya melakukan peningkatan secara bertahap agar sejalan dengan beban kerja dan tanggung jawab yang diemban.
Selain isu kesejahteraan RT, warga juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan drainase, penambahan penerangan jalan umum (PJU), serta peningkatan bantuan sosial bagi kelompok rentan.
Sebagai anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Kang Rachmat menegaskan bahwa seluruh aspirasi tersebut akan dicatat dan diklasifikasikan sesuai kewenangan provinsi maupun kota untuk ditindaklanjuti dalam pembahasan anggaran.
“Reses ini menjadi ruang untuk memastikan bahwa kebutuhan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari prioritas pembangunan,” pungkasnya. (VC)



