Telusur.co.id - Oleh : Marsekal Pertama TNI (Purn).Muhammad Johansyah; Ir; M.Eng; MA (Analis Intelijen, Politik Keamanan Internasional)
Jika kita perhatikan dan kita pelajari dengan seksama perang Iran melawan koalisi AS-Israel dengan menggunakan rudal sebagai sarana serangan maupun pertahanan udara kecepatan jelajah sub, super sampai hiper sonic kita jarang sekali dipertontonkan bagaimana pesawat udara Iran ikut berpartisipasi dalam perang tersebut.
Sejak berakhirnya dan kemenangan Revolusi Iran 1979-1980 praktis pesawat-pesawat terbang Iran mengalami embargo dari dunia Barat terutama AS. Namun demikian, para Jenderal, Insinyur dan pemikir-pemikir strategis Iran mampu mencari dan menemukan jalan bagaimana mengatasi persoalan tersebut. Batas-batas kecepatan pesawat tempur maksimum 1.5-2.5 Mach. Kecepatan tercanggih AS Raptor hanya mampu terbang dengan kecepatan 2.5 Mach. Limitasi atau batas-batas inilah yang pada akhirnya ditemukan oleh para Jenderal, Insinyur dan ahli strategi Iran yaitu menggunakan platform yang mampu terbang dengan kecepatan melebihi 1.5-2.5 Mach dan pada akhirnya ditemukan yaitu dengan menggunakan rudal-rudal sub-super sampai hiper sonic.
Riset para ahli militer (Jenderal, Insinyur, ahli Strategi) Iran hanya berfokus pada pengembangan strategi rudal jarak sedang, menengah dan antar benua dengan bahan bakar cair sampai dengan bahan bakar padat. Dan berhasil. Di Iran perang dengan menggunakan pesawat terbang sudah out of date jika dibandingkan dan berhadapan dengan dunia Barat, khususnya Amerika Serikat.
Doktrin serangan udara taktis, strategis untuk menghancurkan sasaran lawan dengan menggunakan pesawat tempur dianggap ketinggalan zaman, sebab Barat-Israel sudah mengembangkan Iron Dome (Strategic Defence Inisiatif) untuk mengamankan wilayahnya. Iron Dome adalah imajiner line (Dome) yang melingkupi seluruh wilayah Israel yang terhubung dengan radar dan rudal-rudal anti serangan udara. Jika ada serangan udara musuh memasuki wilayah Israel dengan menggunakan pesawat tempur (2.5-3 Mach) dengan mudah dapat dihalau, digagalkan sebelum sampai tujuan.
Kata kunci, bahwa serangan udara taktis, strategis dengan menggunakan pesawat udara sudah tidak relevan dalam menghadapi tantangan perang modern pada masa depan. Contoh Perang Iran melawan koalisi Amerika Serikat-Israel memberikan jawaban yang sangat tepat dan akurat.



