telusur.co.idWakil Ketua Komisi VI DPR RI, Muhammad Sarmuji mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk melakukan riset dan inovasi dalam menghasilkan sumber energi listrik, tak terkecuali baterai listrik untuk rumah tangga.

Menurut Sarmuji, pengembangan riset dan inovasi sumber energi listrik merupakan sebuah tantangan bagi PLN.

"Kemarin Pak Menteri Erick menyampaikan, bahwa ada informasi, kalau di luar negeri itu sudah mulai dikembangkan ada baterai yang kekuataannya bisa mencapai 1000 Watt. Tentu ini merupakan tantangan besar bagi PLN kedepan. Kalau di luar negeri sudah bisa berhasil menciptakan baterai 1000 watt dan mungkin kedepan akan lebih besar lagi melalui riset dan development yang bagus. Bisa jadi suatu saat bisa sampai 4000 watt," kata Sarmuji saat Rapat Dengar Pendapat dengan PLN di Komisi VI DPR RI, Rabu (15/2/2023).

Menurut Sarmuji, jika penemuan baterai listrik untuk rumah tangga di luar negeri itu bisa berkembang dengan cepat. Maka tentunya akan mengancam bisnis PLN.

"Kalau perkembangannya kesana tentu bisnis PLN itu terancam. Kalau enggak mau terancam bagaimana? Kalau enggak mau terancam, kita berharap PLN harus melakukan riset dan development yang bagus agar menghasilkan inovasi produk yang bisa dipertandingkan dalam iklim global dan bisa menjawab tantangan kedepan," kata Legislator Golkar itu.

Oleh karena itu, Legislator asal Dapil IV Jawa Timur (Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Tulungagung) ini meminta PLN menyisihkan sebagian keuntungannya untuk kepentingan inovasi dan pengembangan riset.

"Keuntungan PLN itu harus dialokasikan untuk kepentingan menghasilkan inovasi baru, produk baru yang bisa menjawab tantangan kedepan. Kalau tidak pasti PLN akan ketinggalan jaman dan masa depan indonesia itu akan suram," kata Sarmuji.

"Saya harap semua BUMN harus menginvestasikan uangnya untuk kepentingan inovasi dan teknologi masa depan," harap Sarmuji.