telusur.co.id - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Anwar Abbas mengimbau semua stasiun televisi nasional dan lokal menyosialisasikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 menjelang penerapan tatanan kenormalan baru atau new normal.
Menurut Anwar, sebagai media yang mampu menjangkau masyarakat luas, TV sangat efektif memberikan pemahaman dan persuasi ke masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sosialisasi mengenai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diharapkan tayang pada jam prime time.
"Kita meminta kepada dunia pertelevisian yang ada di Tanah Air untuk bisa menyediakan slot waktu untuk sosialisasi tentang Covid-19 secara serentak dalam jam yang sama dalam waktu prime time," kata Anwar melalui keterangan tertulis yang diterima Minggu (14/6/20).
Anwar mengatakan, hingga saat ini wabah Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Semakin lama pandemi terjadi, semakin lama pula keadaan ekonomi akan terpuruk. Kedua persoalan ini harus ditangani. Bahwa jika rakyat diperbolehkan melakukan aktivitas kembali, mata rantai penularan virus corona harus tetap dapat diputus.
"Sehingga tingkat mereka yang tertular virus ini kalau bisa dapat kita tekan ke titik nol atau sesedikit mungkin," ujar Anwar.
Menurut Anwar, masyarakat secara masif dan intensif harus bisa diedukasi dan advokasi agar mereka benar-benar disiplin memperhatikan protokol medis yang ada.
Dengan melibatkan televisi, diharapkan masyarakat paham dan sadar serta mau melaksanakan dan menegakkan protokol medis yang ada dengan sebaik-baiknya.
"Untuk itu dukungan dari dunia pertelevisian bagi kesuksesan program ini tentu jelas sangat dituntut," kata Anwar.[Fhr]



