telusur.co.id - Kantor berita Rusia, Sputnik, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Israel dinilai tidak sepenuhnya efektif dalam menghadapi serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran dalam eskalasi ketegangan terbaru di kawasan.
Dalam laporannya mengenai konfrontasi militer antara Republik Islam Iran dan aliansi yang disebut sebagai poros Amerika Serikat–Israel, Sputnik menyebutkan bahwa sejumlah rudal Iran berhasil menembus beberapa lapisan sistem pertahanan udara Israel dan mencapai target yang telah ditentukan.
Menurut laporan tersebut, rekaman video dan gambar yang beredar di berbagai platform menunjukkan proyektil yang melintas dan menghantam sejumlah titik strategis. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem pertahanan berlapis yang selama ini menjadi andalan Israel dalam menghadapi ancaman rudal jarak jauh.
Iran sebelumnya menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas perkembangan situasi keamanan regional. Sementara itu, pihak Israel belum memberikan rincian lengkap mengenai dampak keseluruhan dari serangan tersebut, termasuk tingkat keberhasilan sistem intersepsi yang dioperasikan.
Pengamat militer menilai bahwa insiden ini dapat memengaruhi dinamika keamanan di Timur Tengah, khususnya dalam konteks perlombaan teknologi pertahanan udara dan sistem rudal balistik. Ketegangan yang meningkat juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi eskalasi yang lebih luas di kawasan.
Situasi di lapangan masih berkembang, dan berbagai pihak internasional terus memantau perkembangan terbaru guna mencegah meluasnya konflik.



