telusur.co.id - Pemerintah akan menerapkan pemberlakuan new normal di berbagai wilayah. Semua sektor harus mempersiapkan diri termasuk dunia pendidikan.
Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 2 Surabaya (SMAMDA), sudah mempersiapkan model Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menjelang New Normal.
Pola penerapan KBM dilakukan melalui model tatap muka di sekolah dan juga sistem daring dari rumah. Pihak sekolah menerapkan pola pembelajaran Blended Learning atau pembelajaran campuran.
Menurut Kepala Sekolah Smamda, Astajab mengatakan, pada permulaan masuk sekolah di era normal, tentu yang pertama akan dilihat soal protokol kesehatan.
Saat ini pihaknya sedang merumuskan terkait dengan persiapan masuk sekolah mengenai penggunaan masker, pengukuran suhu tubuh, kemudian terkait dengan social distancing dan cuci tangan.
“Sekarang ini kan sedang kami rumuskan untuk penataan protokol kesehatan itu. Jadi termasuk anak-anak datang ke sekolah termasuk pulang dari sekolah. Kemudian masuk selama berada di lingkungan sekolah baik itu siswa, guru dan semua karyawan yang ada di sekolah ini akan kami siapkan semua,” terangnya.
Kemudian langkah berikut, lanjut Astajab, terkait dengan proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Pihaknya akan melakukan blended learning atau pembelajaran campuran.
“Jadi nanti misalkan yang sudah kami rancang saat ini, pada hari Senin dan Selasa untuk kelas 10 yang masuk, tapi yang kelas 11 dan kelas 12 itu berada di rumah pembelajaran secara secara daring,” paparnya mencontohkan.
Kemudian hari Rabu dan Kamis kelas 11 yang masuk atau tatap muka tetapi yang kelas 10 dan 12 itu pembelajaran daring di rumah.
Selanjutnya pada hari Jumat dan Sabtu, yang kelas 12 masuk KBM tatap muka tetapi yang jelas yang lainnya melaksanakan KBM daring dari rumah.
Kemudian terkait dengan tatap muka, kata Astajab, akan diatur juga dan tetap mengikuti protokol kesehatan.
Nanti 1 kelas akan dipecah jadi dua yang semula kapasitasnya 35 atau 36 siswa, itu akan dibagi menjadi 2 rombel, misalkan kelas 10 IPA 1, jadi akan dibagi 10 IPA 1 A dan 10 IPA 1 B.
Jadi per kelas itu sekitar 16 sampai 18 siswa yang biasanya kapasitasnya 36 siswa akan diatur termasuk jam belajar.
Rencananya anak-anak masuk pagi pukul 07.00 WIB dan pulang sekitar pukul 11.15 WIB sudah selesai.
“Jadi yang jelas siswa yang hadir di sekolah hanya satu jenjang atau satu tingkat saja. Misalnya kelas 10 saja yang lain pembelajaran darling,” sambungnya.
“Untuk skema masuknya karena tatap muka semula 10 jam menjadi 5 jam, kami akan melakukan restrurilasi kurikulum, akan kita lihat dengan kondisi yang ada,” beber Astajab. (ari)



