telusur.co.id - Guru Besar FISIP Universitas Indonesia, Semiarto Aji Purwanto, menilai langkah Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menggandeng Homeless Media sebagai mitra pemerintah merupakan sebuah keniscayaan di era modern.
Hal tersebut disampaikan Semiarto saat ditemui di Alun-alun Timur GDC, Depok, Jumat (8/5/2026).
"Negara itu akan selalu membutuhkan distributor channel untuk menyampaikan message (pesan). Dulu dilakukan melalui Departemen Penerangan, sekarang medianya sudah sangat banyak,” ujar dia.
Semiarto mengatakan, kondisi media saat ini berbeda dengan masa pemerintahan Orde Baru yang dinilai lebih terpusat.
Kini, lanjut dia, pemerintah harus merangkul berbagai platform media untuk memastikan informasi program dapat diterima masyarakat luas.
Meski demikian, Semiarto mengingatkan media tetap harus menjaga fungsi kontrol sosial dan tidak sekadar menjadi corong pemerintah.
“Media harus tetap kritis dan menjadi penyeimbang informasi. Jangan hanya mengikuti suara pemerintah semata,” ucap dia.
Dia melanjutkan, fungsi penyeimbang tersebut penting agar publik memperoleh informasi yang proporsional, termasuk terkait program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Semiarto juga berpendapat, bahwa langkah pemerintah menggandeng media dapat menjadi bagian dari upaya menangkal hoaks dan disinformasi yang marak berkembang di era digital.
Namun, dia menyoroti kecenderungan media saat ini yang dinilai terlalu mengutamakan kecepatan dibanding kedalaman analisis.
“Sekarang banyak media main cepat-cepatan naik berita. Kadang informasi belum sempat dicerna sudah tayang duluan,” ucap Semiarto.
Dia pun membedakan antara reporter dan jurnalis. Menurut pandangannya, reporter hanya menyampaikan informasi, sedangkan jurnalis harus mampu menghadirkan analisis dan perspektif dalam pemberitaan.
“Jangan sampai fungsi jurnalis hilang karena mengejar klik. Harus dianalisis dulu sebelum diberitakan,” pungkas Semiarto.
Sebelumnya, Bakom Pemerintah RI secara resmi menggandeng puluhan platform digital yang tergabung dalam New Media Forum untuk memperkuat strategi komunikasi publik.
Hal itu mencuat ke permukaan publik setelah diungkapkan Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Deretan media yang sebelumnya populer sebagai homeless media ini kini bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjangkau generasi muda di ruang digital.
Laporan: Malik Sihite



