telusur.co.id - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto bertemu dengan sejumlah tokoh Papua dan Papua Barat untuk membahas soal kerusuhan yang terjadi di bumi Cendrawasih itu.
Mereka diantaranya adalah Mantan Menteri di era SBY, Freddy Numberi, Yorris Raweyai, Frans Ansanai, Samuel Tabuni, Alfred Papare, Yan Madenas, Haris Laywuri dan Robert alKardinal.
Wiranto mengatakan, pihaknya menyesalkan adanya ucapan yang tidak pantas dari oknum yang akhirnya mengundang emosi dari masyarakat Papua dan Papua barat sehingga timbul kerusuhan seperti yang terjadi beberapa hari belakangan ini.
"Sangat menyesalkan dari ucapan-ucapan yang tidak pantas dari oknum dan mengundang emosi dari saudara kita orang Papua dan Papua Barat sehingga timbul seperti ini," kata Wiranto di kantornya, Jumat (30/8/19).
Menurutnya, demonstrasi yang dilakukan justru ditunggangi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab sehingga sampai terjadi kerusuhan dan pembakaran beberapa fasilitas umum dan menyebabkan kerugian.
Selain itu, Wiranto menjelaskan, jika ada pihak yang bersalah, sudah dilakukan penindakan terhadap mereka.
"Siapapun yang langgar hukum, pagi tadi saya cek khususnya di jawa timur udh dilakukan (penindakan). Misalnya anggota militer dari Kodam Brawijaya, 5 orang diskors termasuk Danramil dan satu orang Babinsa, ada tindakan. Ada juga anggota TNI yang diperiksa sebagai saksi," papar Wiranto.
Selain itu, lanjut dia, dari masyarakar sipil yang diduga melanggar hukum juga sudah ditangani oleh Polda Jawa Timur. Mereka adalah Tri Susanti dan Syaiful.
"Pelanggaran yang dilakukan terkait undang-undang ITE, ujaran kebencian, sudah dilakukan (penindakan)," katanya lagi.
Untuk di Papua sendiri, tambah Wiranto, pelaku tindakan anarkis ditangani secara hukum.
"Kita menjamin tidak ada yang lolos dari jeratan hukum apabila mereka lakukan tindakan melanggar hukum," pungkasnya. [asp]
Laporan : Fahri Haidar



