Statemen Anggota Komisi V DPR Bakri Dinilai Rugikan Pemprov dan Masyarakat NTT - Telusur

Statemen Anggota Komisi V DPR Bakri Dinilai Rugikan Pemprov dan Masyarakat NTT

Anggota komisi V DPR RI dari fraksi PAN, A Bakri HM.

telusur.co.id - Anggota komisi V DPR RI dari fraksi PAN, A Bakri HM menyebutkan bahwa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak ada yang istimewa. Paling hanya Pulau Komodo saja yang menurutnya istimewa.

Menanggapi hal tersebut,  direktur Milineal Peduli-Pariwisata Ekonomi Kreatif Indonesia (MP-Parekraf) Ary Kapitang mengecam keras statemen Bakhri HM tersebut.

''Terlebih dahulu saya ingin sampaikan bahwa Tuhan sudah berikan karunia-Nya berupa kekayaan alam di setiap wilayah yang ada di NKRI dengan berbagai macam potensi yang ada, kelebihan maupun kekurangan masing-maisng itu sunatullah',” kata Ary Kapitang dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Pria Asal Alor NTT itu mengatakan, sebagai anggota DPR, Bakri seharusnya memberikan dukungan bagi pengembangan pariwisata. Dinilai bahwa pernyataan anggota DPR itu akan membawa dampak negatif bagi citra pariwisata di Indonesia khususnya NTT.

“Kita tahu bahwa selain Bali, NTB, Maluku, Papua raja Ampat, dan daerah lainnya di Indonesia yang terkenal dengan keindahan pariwisatanya. Pulau komodo menjadi ikon Pariwisata Indonesia maupun dunia.  Ini di tandai dengan masuknya satwa langka komodo  sebagai 7 keajaiban dunia,” jelas Ary Kapitang.

Lebih lanjut, Ary mengatakan statemen Bahri itu jelas sangat merugikan Pemprov NTT dan masyarakat NTT pada umumnya. Sebab, sebagian pendapatan masyarakat NTT bergantung pada pariwisata.

Oleh karena itu, Ary mengajak Bakri sebagai anggota Komisi V DPR RI yang  menjadi salah satu mitra kerja Kemenparekraf untuk fokus bersinergi, berkolaborasi memberikan ide gagasan yang konstruktif guna membantu pemerintah memulihkan ekonomi Indonesia melalui sektor pariwisata.

“Apalagi Pemerintah saat ini sedang fokus untuk penanganan covid 19 dan juga  upaya untuk pemulihan ekonomi yang salah satunya bisa lewat sektor pariwisata," ujar Ary.[Tp]


Tinggalkan Komentar